IMF belum terima permintaan dana talangan dari Turki
Qatar menjanjikan investasi senilai 15 miliar dolar AS kepada Turki yang akan disalurkan melalui bank dan pasar finansial, kata seorang sumber pemerintahan Ankara kepada Reuters.
Juru bicara lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) mengaku pihaknya masih belum menerima permintaan bantuan finansial dari pemerintahan Turki, yang kini tengah kesulitan mengatasi krisis jatuhnya mata uang lira.
IMF kini tengah memantau situasi finansial di Turki dengan seksama, kata juru bicara yang menolak identitasnya diungkap tersebut.
"Dalam kondisi gejolak pasar akhir-akhir ini, pemerintahan baru di Turki harus menunjukkan komitmen menjalankan kebijakan ekonomi untuk mencapai stabilitas makro dan mengurangi defisit anggaran," kata sang juru bicara, dikutip dari Ankara.
"Mereka juga harus memastikan independesi bank sentral yang bertugas memastikan stabilitas harga-harga," kata dia.
Nilai mata uang lira anjlok sekitar 40 persen terhadap dolar pada tahun ini, akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dinilai terlalu banyak mencampuri urusan ekonomi, seperti desakannya terhadap bank sentral untuk mengurangi suku bunga.
Kondisi itu semakin diperparah oleh sanksi baru dari Amerika Serikat yang memberlakukan tarif impor baja dan aluminum dari Turki. Pemerintah di Washington baru akan mencabut sanksi tersebut jika Ankara membebaskan Andrew Brunson, seorang pastur yang dipenjarakan karena diduga terlibat dalam upaya kudeta gagal di Turki pada 2016.
Sementara itu pada hari yang sama, Qatar menjanjikan investasi senilai 15 miliar dolar AS kepada Turki yang akan disalurkan melalui bank dan pasar finansial, kata seorang sumber pemerintahan Ankara kepada Reuters.
Sebelumnya Bank Sentral Turki sudah memperketat likuiditas keuangan dan membatasi aksi jual lira.
Erdogan mengatakan bahwa negaranya tengah menjadi target perang ekonomi, dan meminta warga Turki menjual dolar dan euro milik mereka untuk meningkatkan nilai mata uang lira.
Sejumlah analis memperkirakan Ankara tidak lama lagi akan meminta bantuan IMF untuk mengembalikan kepercayaan pasar.
"Kami tidak melihat adanya indikasi dari pemerintah Turki, yang menunjukkan bahwa mereka akan meminta bantuan internasional," kata juru bicara IMF.
Baca juga:
Wakil Presiden AS peringatkan Turki agar tak menguji Trump dalam kasus pastor Brunson
BI waspadai ketidakpastian ekonomi global, termasuk krisis Turki
Kemenperin yakin krisis Turki tak berpengaruh ke UMKM dalam negeri
Turki bertikai dengan AS, PM Pakistan deklarasi dukung Erdogan
'Mereka punya iPhone, yang lain punya Samsung, kita pakai Venus Vestel'
Ekonom: Krisis Turki sebenarnya tidak membahayakan ekonomi dunia