Ilmuwan Jepang dan Kanada dianugerahi Nobel Fisika 2015
Takaaki Kajita dan Arthur B. McDonald berjasa menemukan cara mengukur berat jenis atom
Dua ilmuwan memenangkan Nobel penghargaan bergengsi di bidang Fisika dalam penelitian Neutron, subbagian terkecil atom yang dikatakan memiliki berat jenis atau massa.Penghargaan ini dianugerahkan kepada Takaaki Kajita dan Arthur B. McDonald.
Temuan keduanya soal berat jenis neutron ini diakui terobosan baru dalam sains, sebab dulu subbagian atom ini dianggap para ilmuwan tak punya bobot.
"Penemuan yang menyebutkan bila neutron memiliki berat jenis ini menggoyahkan pemikiran terhadap neutron sebelumnya," sebut Panitia Penilaian Nobel, seperti dilansir dari CNN, Selasa (6/10).
Kajita bekerja di Universitas Tokyo di Kashiwa, Jepang, sedangkan rekannya McDonald bekerja di Universitas Queen di Kingston, Kanada.
Diketahui tahun lalu dua orang ilmuwan asal Jepang dan satu orang asal Universitas California di Santa Barbara menjadi pemenang dalam hal menciptakan lampu LED, yang digunakan untuk sebuah transformasi yang diadaptasi dapat menerangi semua hal.
Sejak tahun 1901, panitia telah menampung lebih dari 108 Nobel penghargaan. Penerima Nobel termuda jatuh pada Lawrence Bragg, di usia 25 tahun pada tahun 1915, sedangkan penerima Nobel tertua jatuh pada Raymond Davis Jr. yang meraih penghargaan Nobel di tahun 2002 di usianya yang ke 88. Dalam beberapa hari ke depan panitia Nobel akan mengumumkan penghargaan selanjutnya di bidang Kimia, Sastra, Perdamaian, dan Ekonomi.
Baca juga:
Erdogan sebut PBB dan panitia Nobel organisasi khusus Kristen
Snowden dapat Nobel Perdamaian versi pembaca the Guardian
Malala: sekolah lebih penting dari anugerah Nobel
Gadis cantik penerima Nobel ini tidak punya Twitter dan Facebook
Tampung pengungsi, Angela Merkel diunggulkan raih Nobel Perdamaian
Ini seragam yang dipakai Malala Yousafzai saat ditembak Taliban