Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Malala: sekolah lebih penting dari anugerah Nobel

Malala: sekolah lebih penting dari anugerah Nobel Pegiat pendidikan asal Pakistan, Malala Yousafzai. ©Daily Mail

Merdeka.com - Malala Yousafzai terkejut saat mengetahui Akademi Nobel Swedia menganugerahkan Nobel Perdamaian tahun ini kepadanya. Gadis 17 tahun itu mendapat kabar tersebut saat masih mengikuti pelajaran di SMA-nya saat ini, di Kota Birmingham, Inggris.

Remaja yang pernah ditembak ekstremis Taliban karena ngotot sekolah itu mengaku tersanjung disejajarkan dengan nama-nama besar dunia yang sudah berjuang demi kemanusiaan.

"Saya bangga menjadi warga Pakistan dan perempuan paling muda yang menerima anugerah Nobel Perdamaian," ujarnya seperti dilansir Newsweek, Jumat (10/10).

Malala dan keluarganya pindah ke Inggris dua tahun lalu. Dia yang secara ajaib bisa selamat walau ditembak Taliban tepat di kepala, sekarang menjadi duta pendidikan global.

Dengan adanya penghargaan ini, Malala menegaskan prioritas utamanya tetap sekolah. Isu-isu pendidikan juga akan terus dia dorong, khususnya supaya semua negara membuka akses pendidikan untuk perempuan.

Untuk membuktikan komitmen itu, Malala menolak memberi konferensi pers sebelum jam sekolahnya berakhir. "Penghargaan ini bukanlah akhir dari kampanye yang sudah saya mulai. Saya ingin setiap anak bisa pergi ke sekolah dan mendapat pendidikan," tandasnya.

Untuk 2014, Nobel Perdamaian diberikan pada Malala dan pegiat India Kailash Satyarthi. Komite Nobel mengatakan kedua orang itu berhak mendapat nobel karena perjuangan mereka melawan penindasan terhadap anak-anak dan generasi muda, serta memperjuangkan hak anak-anak untuk mendapat pendidikan.

Untuk diketahui, beberapa nama lain yang sudah menerima Nobel Perdamaian misalnya Bunda Theresa, Muhammad Yunus, atau Desmond Tutu. Selain tokoh, penghargaan ini juga diberikan kepada lembaga yang dianggap berperan menciptakan kedamaian di dunia.

Malala mengaku sudah berbicara dengan Satyarthi. Keduanya sepakat, saat malam penganugerahan 10 Desember nanti, mereka ingin pemimpin negara masing-masing yang sering tidak akur, hadir. Pakistan ini dipimpin Perdana Menteri Nawaz Sharif. Sedangkan India sekarang dikuasai Perdana Menteri Narendra Modi, berhaluan nasionalis-konservatif. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP