Ilmuwan Bongkar Cara Mengeluarkan Otak Raja Mesir Kuno untuk Proses Mumifikasi
Para ilmuwan mengungkap bagaimana orang-orang Mesir kuno melakukan pembalseman atau proses mumifikasi mayat.
Para ilmuwan mengungkap bagaimana orang-orang Mesir kuno melakukan pembalseman atau proses mumifikasi mayat. Menurut ilmuwan, proses ini kemungkinan besar tidak mencabut otak jenazah menggunakan semacam kait.
Eksperimen menunjukkan, bangsa Mesir kuno kemungkinan menggunakan metode yang jauh lebih efektif, meskipun metode itu lebih tidak menyenangkan. Hal ini disampaikan Stephen Buckley, seorang ahli yang mempelajari mumifikasi.
Buckley, arkeolog dan ahli kimia analitik di UniversitasYork, mengatakan kepada Insider, dia melakukan eksperimen pada domba untuk menguji cara menghilangkan otak.
Karya tersebut merupakan bagian dari film dokumenter History Channel 2008 "Mummy Forensics" yang terinspirasi dari makalah akademis tahun 1969 oleh ahli Mesir, Filce Leek.
Dia menemukan, membongkar otak dengan utuh itu tidak mudah.
"Mengaitkannya dalam beberapa bagian tidak efisien atau berhasil," jelasnya, dikutip dari laman The Insider, Selasa (27/12).
Otak tersebut secara perlahan dikeluarkan dalam bagian-bagian kecil dengan menggunakan pengait logal, dilakukan secara berulang.
Namun, lanjutnya, lebih baik dengan cara mencairkan otak tersebut terlebih dulu sehingga lebih mudah dikeluarkan.
"Jika Anda mengaduk-aduk otak dengan pengait selama sekitar 20 menit, otak itu akan mencari dan Anda hanya perlu menuangnya keluar," jelasnya.
"Tidak terlalu bagus, tapi itu cara yang lebih efektif untuk mengeluarkan otak."
Buckley mengatakan, ada juga otak yang tertinggal di dalam mumi.
"Khususnya di masa yang lebih awal, mumi-mumi raja yang diawetkan dengan baik, mereka membiarkan otak tertinggal di tempatnya, jadi Anda tidak perlu mengeluarkannya," jelasnya.
Bangsa Mesir pada saat itu belum mengetahui soal mikroba, tapi mereka memahami bahwa mengeluarkan organ memperlambat pembusukan jasad.
Mumi yang otaknya tidak dikeluarkan seperti Firaun Thutmose I, Ratu Tiye, istri Firaun Amenhotep III, dan Firaun Amenhotep I.
Baca juga:
Begini Wajah Firaun Mesir Zaman Nabi Musa, Hasil Rekonstruksi Ilmuwan
20 Makam Kuno Berisi Mayat Berlapis Serpihan Emas Ditemukan di Mesir
Penampakan Mumi Berusia 5.000 Tahun di Mesir, Masih Asli Belum Pernah Dibuka
Arkeolog Temukan Koleksi Perhiasan Emas Era Firaun Akhenaten Berusia 3.500 Tahun
Wajah Asli Mumi Mesir Ketika Hidup Akhirnya Terungkap
Arkeolog Ternama Mesir Klaim Temukan Mumi Ratu Nefertiti