Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata usai lima orang tewas
Pihak Israel sejauh ini belum berkomentar atas pengumuman itu namun seorang juru bicara militer Negeri Bintang Daud mengatakan sejak pagi hari ini tidak ada aktivitas militer di Jalur Gaza.
Juru bicara kelompok perjuangan rakyat Palestina, Hamas, Fauzi Barhum kemarin mengatakan Israel dan Hamas sepakat untuk gencatan senjata setelah lima orang, termasuk seorang tentara Israel tewas kemarin.
"Berkat upaya internasional dan PBB kami mencapai kesepakatan untuk mengembalikan keadaan tenang di wilayah pendudukan Israel dan Palestina," kata Barhum dalam pernyataan, seperti dilansir laman Al Arabiya, Jumat (20/7).
Pihak Israel sejauh ini belum berkomentar atas pengumuman itu namun seorang juru bicara militer Negeri Bintang Daud mengatakan sejak pagi hari ini tidak ada aktivitas militer di Jalur Gaza. Warga Palestina juga mengatakan kondisi di sekitarnya tenang.
Seorang Palestina bersenjata kemarin menembak mati seorang tentara Israel di perbatasan Gaza dan insiden itu dibalas dengan serangkaian serangan udara ke Gaza yang menewaskan empat warga Palestina, termasuk tiga pejuang Hamas.
Juru bicara militer Israel mengatakan, tentara mereka yang tewas itu adalah yang pertama sejak Perang Gaza pada 2014. Menurut militer Israel, serdadu itu sedang dalam tugas operasi ketika dia dan rekannya diserang.
Pejabat kesehatan Palestina mengatakan empat orang tewas dalam serangan udara Israel kemarin. Hamas mengatakan tiga anggota mereka termasuk yang tewas dalam serangan itu. Sedikitnya 120 warga Gaza luka dalam serangan kemarin.
Baca juga:
Serangan udara Israel gempur Jalur Gaza
Gara-gara balon dan layangan, Israel siap gempur Gaza lagi
Jokowi dan Dubes Kanada bahas dukungan terhadap Palestina
Penyelidik HAM sebut perawat Razan Najjar sengaja ditembak tentara Israel
Trump dan Putin bahas Suriah hingga keamanan Isreal
Serangan udara Israel hantam masjid di Palestina