Vokalis Guns 'N' Roses minta Presiden Jokowi hentikan eksekusi mati
Dia mengatakan Jokowi seorang pengecut karena tidak memberikan grasi kepada para terpidana mati itu.
Sama seperti pernyataan Ban Ki Moon, kali ini permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan hukuman mati di Indonesia datang dari vokalis grup band Guns 'N' Roses, Axl Rose. Sebelum eksekusi jilid dua, dia sudah mengirimkan pesan tertulis untuk Jokowi pada 27 April, dua hari sebelum eksekusi delapan terpidana mati itu.
Axl Rose menyayangkan Jokowi tidak mendengarkan permintaan dunia internasional untuk membatalkan eksekusi mati pada terpidana mati akibat kasus narkoba itu.
Dilansir dari surat kabar Sydney Morning Herald, Kamis (30/4), Axl menuliskan perhatiannya terhadap eksekusi mati di Indonesia dalam akun Twitternya. Tertulis dirinya mengajak seluruh penggemarnya untuk terus mendoakan Mary Jane salah satu terpidana yang lolos dari eksekusi kali ini.
"Mari kita doakan Nyonya Veloso agar bebas selamanya dari hukuman mati," tulis dia dalam akunnya, @axlrose.
Namun, pada kicauan keempatnya, dia cukup keras mengkritik Jokowi. Dia mengatakan Jokowi seorang pengecut.
"Untuk Jokowi, segera keluar dari negara ini. Pernyataan Anda yang menolak permintaan dunia akan kasus ini merupakan pernyataan seorang pengecut," tulis dia kemudian.
Rose mengatakan Indonesia akan lebih baik tanpa dia.
Selama ini Jokowi terkenal penikmat musik keras, dan Guns 'N' Roses merupakan salah satunya. Pada 2012 lalu, Guns 'N' Roses menggelar konser di Indonesia, ketika itu Jokowi yang masih menjabat jadi Gubernur Jakarta ikut menonton konser tersebut.
Baca juga:
Ke manakah peti mati dan salib Mary Jane yang sudah dipesan?
Fadli Zon: Yang harus kita incar itu bandar narkoba, jangan pionnya
Bali Nine dieksekusi mati, Australia hentikan bantuan ke Indonesia?
Bisakah SBY padamkan emosi Australia?
Koran Australia pajang foto tangan Jokowi berlumuran darah
Bang Yos sebut penundaan hukuman mati Mary Jane bikin polemik