Gencatan Senjata antara Iran dan Israel Sudah Berlaku. Simak Fakta-Fakta Pentingnya
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menginformasikan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Pengumuman ini disampaikan setelah Iran meluncurkan serangan rudal terbatas ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada malam Senin (23/6/2025) sebagai respons terhadap serangan yang menargetkan tiga situs nuklirnya pada hari Minggu (22/6). Trump menyatakan di platform Truth Social bahwa gencatan senjata bertahap yang berlangsung selama 24 jam akan dimulai sekitar tengah malam waktu Timur Amerika Serikat (AS). Ia juga menjelaskan bahwa kedua negara diberikan waktu enam jam untuk menyelesaikan misi yang sedang berlangsung sebelum gencatan senjata secara penuh diberlakukan. Menurut laporan dari AP pada Selasa (24/6), berikut adalah beberapa fakta mengenai gencatan senjata antara Iran dan Israel:
1. Persetujuan Gencatan Senjata oleh Netanyahu
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata bilateral dengan Iran, yang diatur bersama dengan Trump. Pada Senin malam, Netanyahu melaporkan kepada kabinet keamanan Israel bahwa Israel telah mencapai semua tujuan dalam operasi perang selama 12 hari melawan Iran, termasuk meredakan ancaman dari program nuklir dan rudal balistik Iran. "Israel juga berhasil melemahkan kepemimpinan militer Iran, merusak beberapa situs pemerintahan, dan menguasai wilayah udara Teheran," jelas Netanyahu dalam laporan yang dikutip oleh AP pada Selasa (24/5). Ia menegaskan, "Israel akan merespons dengan tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi terhadap gencatan senjata ini."
2. Trump: Gencatan Senjata Sudah Berlaku
Pada Selasa (24/6), Israel dan Iran sepakat untuk menerima rencana gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump, yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 12 hari dan mengguncang kawasan Timur Tengah. Kesepakatan ini terjadi setelah Iran melakukan serangan balasan terbatas terhadap pangkalan militer AS di Qatar. Lebih dari satu jam setelah tenggat waktu bagi Iran untuk menghentikan serangan berlalu, Trump menuliskan di Truth Social, "GENCATAN SENJATA SUDAH BERLAKU. MOHON JANGAN DILANGGAR! DONALD J. TRUMP, PRESIDEN AMERIKA SERIKAT!"
Gencatan senjata di Iran mulai berlaku pada pukul 07.30 waktu setempat
Televisi resmi Iran melaporkan bahwa gencatan senjata mulai diberlakukan pada pukul 7.30 pagi waktu setempat. Namun, hingga saat ini, pejabat Iran belum memberikan pernyataan resmi setelah pengumuman yang dibuat oleh Trump. Sebelumnya, diplomat senior Iran menyatakan bahwa negara mereka siap untuk menghentikan serangan udara. "Sejauh ini, TIDAK ADA 'kesepakatan' atas gencatan senjata atau penghentian operasi militer," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform media sosial X. "Namun, dengan syarat bahwa rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak berniat untuk melanjutkan respons militer kami setelah itu." Araghchi juga menambahkan, "Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian."
4. Pangkalan Terbesar AS di Timur Tengah
Mayor Jenderal Qatar, Shayeq Al Hajri, menginformasikan bahwa sebanyak 19 rudal telah diluncurkan ke Pangkalan Udara Al Udeid, yang merupakan pangkalan militer terbesar milik AS di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, Trump menyatakan bahwa dari 14 rudal yang diluncurkan, 13 di antaranya berhasil dihancurkan, sedangkan satu rudal "dibiarkan lewat" karena tidak dianggap sebagai ancaman.