Gara-gara tiga bungkus biskuit, pasangan ini tewas dipenggal
Mereka membeli biskuit itu dengan berutang ke sebuah toko. Si penjaga toko tidak mau terima mereka berutang.
Pasangan suami-istri di Manipuri, Negara Bagian Uttar Pradesh, India, tewas dipenggal oleh seorang penjaga toko lantaran tiga bungkus biskuit seharga 22 sen pada Kamis lalu. Pria penjaga toko itu menyerang mereka dengan kampak.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Sabtu (30/7), menurut polisi, pasangan miskin dari kasta rendah Dalit itu membeli tiga bungkus biskuit di sebuah toko. Mereka mengatakan akan membayarnya nanti setelah mendapat gaji yang akan mereka terima hari itu juga. Pada saat itu pertengkaran terjadi. Mereka sebelumnya sudah berutang biskuit beberapa hari sebelumnya untuk ketiga anak mereka.
Seorang warga desa yang jadi saksi mengatakan kepada koran The Indian express, ketika suami-istri itu pergi begitu saja dari toko, pria bernama Mishra itu mulai meneriaki mereka.
"Mishra kemudian lari ke rumahnya yang tidak jauh dari toko dan dia kembali dengan membawa kampak. Dia kemudian menyerang sang suami, bernama Bharat, beberapa kali lalu menyerang istrinya, Mamta, yang berusaha menyelamatkan suaminya. Pasangan itu tewas di tempat," kata saksi.
Polisi kemudian meringkus si penjaga toko. Komunitas Dalit kemudian menggelar protes setelah pembunuhan itu.
Baca juga:
Marah mie ditumpahkan, pria ini cekik sang pacar hingga tewas
Gara-gara rebutan ember, Nenek Rukhani tewas di tangan keponakan
Ejekan bau badan saat bercinta jadi penyebab kematian
Petani diam-diam jadi pembunuh berantai, habisi 20 orang
Keluarga Meksiko dibantai, 11 orang tewas
Dianggap bawa hoki, orang Albino di Afrika diburu dan dibantai