Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Petani diam-diam jadi pembunuh berantai, habisi 20 orang

Petani diam-diam jadi pembunuh berantai, habisi 20 orang Jaime Ivan Martinez jagal asal Kolombia. ©2016 Merdeka.com/BBC/Kantor Kejaksaan Kolombia

Merdeka.com - Seorang petani di Pedesaan Guarne, Provinsi Antioquia, Kolombia, ditahan aparat setelah mengaku membunuh 20 orang. Istri dan dua anak kandungnya termasuk menjadi korban kebiadaban pelaku.

Pelaku bernama Jaime Ivan Martinez (44), sehari-hari bercocok tanam. Tetangga menilai dia orang yang tertutup di desa itu.

BBC melaporkan, Selasa (21/6), Martinez sebetulnya menjadi saksi hilangnya perempuan 50 tahun bernama Maria Arango. Wanita itu terakhir kali terlihat 19 Januari lalu, di dekat rumah Martinez.

Dia awalnya menyatakan tidak tahu menahu soal hilangnya Arango. Belakangan, kepada polisi Martinez mengaku telah membunuh Arango, keluarganya sendiri, serta 16 orang lain satu dekade belakangan.

Mayoritas korban adalah perempuan. Setelah dihabisi dengan cara dicekik, korban dikubur di lahan pertanian gandum yang digarap Martinez.

Polisi sekarang sedang membongkar lahan tersebut untuk mencari tulang belulang korban. Tim forensik sudah menemukan beberapa tulang untuk dicocokkan dengan identitas orang hilang selama 10 tahun terakhir.

"Kami masih terus mencari kemungkinan adanya korban lain," kata Luiz Gonzalez, Juru Bicara Kejaksaan Guarne.

Setelah membunuh istri dan dua anaknya pada November 2015, Martinez membuat beberapa alibi. Di antaranya adalah memanfaatkan ponsel sang istri menghubungi sanak saudara, seakan-akan wanita itu telah merantau ke kota lain.

Martinez baru pindah ke Guarne pada 2013. Kejaksaan kini mendata semua wilayah yang pernah didatangi petani psikopat itu untuk mencari kemungkinan korban lainnya. Motif Martinez melakukan pembunuhan berantai itu belum diungkap oleh polisi.

Tahun lalu publik Kolombia dikejutkan oleh pembunuhan berantai sejenis, dilakukan seorang gelandangan di Ibu Kota Bogota. Sang gelandangan mengaku membunuh 11 perempuan secara acak.

Negara dengan 11 juta penduduk itu memiliki angka kejahatan cukup tinggi. Kejahatan seperti pembunuhan berantai sering terjadi tanpa aparat menyadarinya sebelum terlambat.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP