Ganggu proses belajar, sekolah menengah di Bangladesh bakar ponsel murid
"Ponsel merusak karakter mereka. Para siswa menggunakan internet (melalui ponsel mereka) sepanjang malam. Kemudian tertidur di kelas keesokan harinya. Orang tua mereka prihatin," kata Juru Bicara Madrasah Darul Ulum Moinul Islam.
Sebuah sekolah Islam di Bangladesh menyita ponsel milik murid dan membakarnya. Pihak sekolah mengaku alasan pembakaran ponsel ini karena mengganggu proses belajar muridnya.
Murid-murid di sekolah menengah di Bangladesh bagian tenggara akhirnya menyerahkan ponsel mereka pada Minggu (4/3), ke pengurus sekolah. Lalu ponsel mereka dilemparkan ke api unggun di lapangan sekolah tersebut.
"Ponsel merusak karakter mereka. Para siswa menggunakan internet (melalui ponsel mereka) sepanjang malam. Kemudian tertidur di kelas keesokan harinya. Orang tua mereka prihatin," kata Juru Bicara Madrasah Darul Ulum Moinul Islam atau Sekolah Menengah Islam, Azizul Hoque, seperti dilansir dari laman AFP, Selasa (6/3).
Hoque mengatakan sekolah menengah tersebut, yang sudah berdiri sejak 123 tahun dengan 14.000 siswa yang terdaftar, tidak menentang adanya teknologi. Tapi pengaruh negatif dari ponsel jauh lebih besar daripada yang positif.
"Kami dibanjiri dengan surat-surat yang mencari fatwa terhadap penggunaan ponsel, karena banyak yang mengeluh bahwa gadget itu sering digunakan untuk urusan di luar nikah," kata Hoque.
Baca juga:
Bangladesh minta Myanmar tarik pasukan militer dari perbatasan
Enam bulan betah di pengungsian, masa depan warga Rohingya masih suram
Menengok pulau terpencil rawan banjir yang akan ditempati muslim Rohingya
Myanmar desak Bangladesh hentikan kiriman bantuan untuk warga Rohingya
Bangladesh data pengungsi Rohingya yang akan dikembalikan ke Myanmar
Jokowi dan Iriana kunjungi kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh
Demi keamanan, PBB desak penundaan pemulangan pengungsi Rohingya