Erdogan Soal Krisis Energi: Eropa Menuai Apa yang Mereka Tabur
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengomentari Rusia yang menghentikan aliran gas alam ke Eropa sebagai balasan atas sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow setelah invasi Ukraina
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengomentari Rusia yang menghentikan aliran gas alam ke Eropa sebagai balasan atas sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow setelah invasi Ukraina. Menurut Erdogan, Eropa sedang "menuai apa yang mereka tabur".
Eropa dilanda kekhawatiran menjelang musim dingin setelah Rusia mengumumkan tetap menutup pipa gas alam yang mengalir ke Jerman melalui Nord Stream 1. Selain itu, Rusia juga mempertimbangkan ulang pengiriman pasokan minyaknya.
"Eropa sebenarnya sedang menuai apa yang ia tabur," kata Erdogan kepada wartawan di Ankara pada Selasa (6/9).
Dia menambahkan, sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia yang mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan balasan dengan menghentikan pasokan energinya.
"Putin menggunakan semua kekuatan dan senjatanya, dan yang paling penting dari semua ini adalah gas alam. Sayangya, kita tidak mengingkan hal ini, situasi yang sedang berkembang di Eropa," lanjutnya, dikutip dari Reuters, Rabu (7/9).
"Menurut saya Eropa akan mengalami masalah serius musim dingin ini. Kita tidak ada masalah semacam itu."
Turki yang merupakan anggota NATO ini berupaya tetap bersikap seimbang antara Moskow dan Kiev dengan tetap mengkritik invasi Rusia ke Ukraina dan mengirim senjata ke Ukraina, namun menentang sanksi Barat terhadap Rusia dan melanjutkan kerjasama perdagangan, pariwisata, dan investasi dengan Moskow.
Turki berbagi perbatasan Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina. Sebelumnya Turki menyatakan sanksi terhadap Rusia dapat semakin memperburuk perekonomian mereka dan lebih mendorong dilakukan upaya mediasi.
Baca juga:
Turki Pulihkan dan Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Israel
Momen Presiden Iran Gandeng Erat Putin dan Erdogan
Turki Resmi Berganti Nama di PBB Menjadi 'Turkiye'
Erdogan ke Presiden Israel: Saya Sangat Sedih Warga Palestina Terluka di Al-Aqsa
Moskow Ungkap Syarat Dialog Putin-Zelenskiy
Intelijen AS: Rusia akan Beli Jutaan Roket dan Peluru dari Korea Utara
Joe Biden Tolak Sebut Rusia sebagai Negara Pendukung Terorisme