Duterte siap mundur jika tidak bisa tangani militan di Marawi
Duterte siap mundur jika tidak bisa tangani militan di Marawi. Selasa malam Presiden Rodrigo Duterte menyatakan keseluruhan Pulau Mindanao dalam keadaan darurat militer selama 60 hari setelah pertempuran terjadi antara militer dan militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte Rabu lalu mengatakan dia siap mundur jika tidak mampu menangani kelompok militan Maute di Kota Marawi, Mindanao.
"Sebagai presiden, kalau saya tidak bisa melawan mereka, saya akan mundur," kata Duterte. "Kalau saya tidak mampu membuat negara ini tertib, biarlah saya mengundurkan diri dan memberikan jabatan ini kepada orang lain."
Selasa malam Presiden Rodrigo Duterte menyatakan keseluruhan Pulau Mindanao dalam keadaan darurat militer selama 60 hari setelah pertempuran terjadi antara militer dan militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS.
Sebagai informasi, tentara Filipina sebelumnya dikirim ke Marawi untuk menyisir tempat persembunyian kelompok Maute yang terdiri dari mantan pejuang Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan beberapa militan asing lain.
Baca juga:
Aksi tentara Filipina serang militan Maute di Kota Marawi
Militan Maute sandera pendeta dan jemaat gereja di Filipina
Militer Filipina bebaskan 78 sandera, bunuh 13 militan di Marawi
Militer Filipina sebut jihadis Indonesia tewas di Marawi
Paspor WNI diduga gabung ISIS ditemukan di Marawi, Filipina
Keterlibatan militan Indonesia lawan militer Filipina di Marawi