Dubes Rusia: Kita tidak punya hak atas Snowden
Dubes Rusia untuk Indonesia mengatakan tidak perlu menanggapi ocehan AS yang menyebutkan pemerintahnya akan mengembalikan Snowden kepada mereka. Dia menambahkan, meski Snowden bekerja di Rusia, pemerintah tidak memiliki hak atas dia.
Desas-desus Edward Snowden akan dipulangkan ke Amerika Serikat oleh pemerintah Rusia sempat berembus kencang beberapa waktu lalu. Hal ini ramai diberitakan usai dilontarkan seorang sumber intelijen Amerika Serikat.
Ditanya mengenai hal ini, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengungkapkan tidak benar. Ditemui di kediamannya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Galuzin mengatakan negaranya tidak punya hak atas buronan terkenal AS itu.
"Pemerintah Rusia tidak memiliki hak dan campur tangan atas Snowden. Dia datang ke Rusia sebagai individu, dan tidak dipelihara negara," tukas Galuzin, Senin (27/2).
Menurutnya, Snowden hanya bekerja di Rusia dan tidak memberikan sumbangsih apapun kepada Negeri Beruang Merah tersebut. Dia menuturkan, Snowden pun tidak memberikan informasi apapun karena Rusia tidak memiliki hak untuk menekannya berbuat demikian.
Karenanya, Galuzin menyebutkan pemerintah Rusia tidak perlu membuat tanggapan atas pernyataan dari sumber intelijen AS tersebut.
"Tidak ada yang perlu ditanggapi Rusia atas pernyataan tersebut," tegasnya.
Pertengahan Februari, sebuah kabar beredar kalau Rusia sedang mempertimbangkan untuk menyerahkan buronan terkenal Amerika Serikat, Edward Snowden. Pertimbangan ini dilakukan mengingat hubungan kedua negara semakin membaik usai terpilihnya Presiden AS Donald Trump.
Sumber intelijen AS mengaku tengah mengumpulkan bukti adanya pertimbangan Rusia untuk mengembalikan Snowden.
Baca juga:
Aplikasi favorit Edward Snowden mampir di Android, apa itu?
Dianggap aplikasi 'pengawas' oleh Snowden, Allo diunduh jutaan orang
Hubungan dengan AS membaik, Rusia pikir-pikir kembalikan Snowden
Masa izin tinggal Snowden di Rusia diperpanjang dua tahun