Dubes Rusia: Amerika Serikat sering melanggar perjanjian di Suriah
Dubes Rusia: Amerika Serikat sering melanggar perjanjian di Suriah. Dia mengatakan AS tidak hanya melanggar perjanjian dengan negaranya, tapi juga dengan negara lain. Menurut dia, AS justru 'berteman' dengan kelompok separatis di Suriah. Berita-berita pengeboman itu disebarkan oleh media Amerika Serikat.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, menyebut Amerika Serikat sering melanggar perjanjian di Suriah. Menurutnya tidak hanya perjanjian dengan negaranya, tapi juga dengan negara lain.
Pernyataan ini dilontarkan Galuzin kala menjelaskan situasi di Suriah. Amerika Serikat menyalahkan Rusia atas serangan kepada konvoi bantuan kemanusiaan untuk Suriah.
"Rusia dan Amerika Serikat sudah membuat perjanjian gencatan senjata pada September lalu. Sayangnya, bukan untuk pertama kalinya Amerika Serikat melanggar perjanjian," ujar Galuzin saat ditemui di kediamannya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/10).
Menurut Galuzin, AS justru 'berteman' dengan kelompok separatis di Suriah. Makanya mereka sering menuduh Rusia menyerang wilayah Suriah tanpa alasan jelas, padahal, Rusia melakukan penyerangan bekerja sama dengan pasukan pemerintah Suriah.
Perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Rusia di Suriah terjadi awal September. Namun pada pertengahan September, pasukan Negeri Paman Sam membombardir pasukan pemerintah Suriah.
Amerika Serikat mengatakan tidak sengaja melakukan penyerangan itu. Mereka salah mengira jika pasukan tentara Suriah adalah militan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
"AS bilang mereka tidak sengaja menyerang pasukan Suriah, padahal mereka juga menyebutkan dua hari melakukan persiapan penyerangan pada kelompok terorisme. Sebagai negara yang besar, saya yakin mereka pasti bisa mengumpulkan data intelijen," lanjut Galuzin.
Menurut Galuzin, penyerangan bom oleh Rusia tidak dikonfirmasi oleh pasukan Suriah.
"Berita yang menyebutkan pengeboman dan melukai sipil dilakukan oleh Rusia, tidak ada konfirmasi dari pasukan pemerintah Suriah. Tidak ada bukti yang menyebutkan penyerangan tersebut dilakukan oleh Suriah," katanya berapi-api.
Dia mengungkapkan berita-berita itu disebarkan oleh media Amerika Serikat.
"Sementara itu, Amerika Serikat menyerang dan menghancurkan rumah sakit di Suriah, sayangnya tidak ada yang memberitakan hal tersebut," serunya.
Situasi di Suriah, kata Galuzin, sangat memprihatinkan. Penyerangan, pengeboman terjadi di mana-mana. Warga sipil menjadi korban serangan-serangan tersebut.
Baca juga:
Serangan udara hantam rumah sakit dan toko roti di Aleppo
Tangis pria ini pecah saat selamatkan bayi dari reruntuhan di Suriah
AS gelontorkan Rp 4,7 T untuk bantuan kemanusiaan Suriah
Kawah-kawah besar di tengah potret suram kehancuran Kota Aleppo
AS sebut serangan bertubi-tubi Rusia di Suriah tindakan barbar