Dubes AS untuk PBB tuduh Rusia di balik kematian Sergei Skripal
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengatakan Washington membagikan penilaian Inggris yang menyebut Rusia sebagai dalang di balik kematian mantan agen mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia. Dia juga meminta agar masyarakat internasional bereaksi kuat menanggapi kejadian tersebut.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley mengatakan Washington membagikan penilaian Inggris yang menyebut Rusia sebagai dalang di balik kematian mantan agen mata-mata Sergei Skripal dan putrinya Yulia. Dia juga meminta agar masyarakat internasional bereaksi kuat menanggapi kejadian tersebut.
"Amerika Serikat yakin bahwa Rusia bertanggung jawab atas serangan terhadap dua orang di Inggris dengan menggunakan agen saraf kelas militer Novichok," kata Haley saat penyambutan sesi darurat Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir dari laman CNN, Kamis (15/3).
Menurut Haley, jika tidak ada tindakan untuk mengatasi masalah ini, maka kejadian seperti ini akan semakin meluas. Serangan seperti ini bisa ditemukan di New York atau negara lain.
"Jika kita tidak langsung melakukan tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini, Salisbury tidak akan menjadi tempat terakhir sebagai penyerangan senjata kimia yang kita lihat," kata Haley.
Inggris yakin Rusia di balik percobaan pembunuhan Skripal dan Yulia dengan menggunakan racun Novichok. Racun ini dikembangkan di Uni Soviet dan tidak dapat direplikasi oleh aktor negara yang berbeda.
Rusia membantah tuduhan tersebut, dan menyatakan bahwa itu adalah "dongeng" dan membantah terlibat dalam serangan yang menimpa Skripal.
Duta Besar Moskow untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh Inggris melakukan hal tersebut, dengan upaya untuk menghancurkan Rusia.
"Sumber asal yang paling mungkin dari bahan kimia ini adalah negara-negara yang sejak akhir 90-an sudah mengeluarkan penelitian intensif tentang jenis senjata ini, termasuk Inggris," kata Nebenzia.
Haley terus menyalahkan Rusia. Dia menyoroti dukungan Moskow terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad di Suriah, sekaligus penggunaan senjata kimia yang dilakukan pemerintah terhadap warga sipil.
"Waktu dan waktu lagi, negara anggota mengatakan mereka menentang penggunaan senjata kimia dalam situasi apapun. Sekarang satu anggota dituduh menggunakan senjata kimia di tanah kedaulatan anggota lain. Kredibilitas dewan ini tidak akan bertahan jika kita gagal menahan pertanggungjawaban Rusia." kata Haley.
Nebenzia, utusan Rusia, menegaskan kembali penolakan pemerintah atas keterlibatan dalam sebuah respon yang panjang ini.
Dia meminta pemerintah Inggris untuk memberikan bukti adanya Novichok dan Rusia bertanggung jawab. Dia juga menyebut Perdana Menteri Inggris Theresa May membuat pernyataan yang benar-benar tidak bertanggung jawab dan mengancam.
Baca juga:
Inggris usir 23 diplomat Rusia terkait reaksi kematian Skripal
Inggris tolak usul DK PBB Rusia terkait penyelidikan kematian Skripal
AS dan Inggris sebut Rusia ada di balik peracunan mantan mata-mata
Kisah mata-mata cantik Rusia jadikan seks sebagai senjata
Lima misteri pembunuhan melibatkan mata-mata Rusia di Inggris