Inggris usir 23 diplomat Rusia terkait reaksi kematian Skripal
Merdeka.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May mengusir 23 diplomat Rusia. Tindakan ini sebagai reaksi atas serangan yang menimpa mantan agen mata-mata Rusia Sergei Skripal.
Selain mengusir 23 diplomat, May juga mengatakan akan mencabut hubungan diplomat dengan Moskow dan memperkuat memperkuat sanksi-sanksi sebagai tindakan melawan Rusia. May juga melarang pejabat Inggris datang saat Piala Dunia musim panas Rusia.
Setelah tragedi Skripal, May menambahkan, anggota DPR kemarin memutuskan tidak ada kesimpulan alternatif selain Rusia yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan mereka.
Saat di House of Commons, seperti dilansir dari Sky News, Kamis (15/3), May menuduh Moskow dengan "Sarkasme, menghina dan membantah.". Menurutnya, kasus ini merupakan suatu penghinaan terhadap Inggris.
Ia menegaskan tak ada penjelasan yang bisa dipercaya dari Rusia, tentang penggunaan racun novichok di Inggris. Tindakan sembrono dan tercela ini merupakan kekuatan Rusia untuk melawan Inggris. Dan dia bersumpah akan menanggapi situasi ini dengan sangat kuat.
May menjelaskan, 23 diplomat sebagai petugas intelijen yang tidak terlapor akan diusir. Mereka diberi waktu satu pekan untuk pergi. Ini adalah bagian dari usaha untuk membongkar jaringan mata-mata Rusia di Inggris
Lalu mendesak rancangan undang-undang baru untuk memperkuat pertahanan terhadap aktivitas negara, termasuk memperluas kekuatan anti-teror di perbatasan Inggris
Selanjutnya, mempertimbangkan perlunya kekuatan kontra-spionase baru. Memperkuat RUU sanksi dengan kekuatan 'Magnitsky'. Aksi Magnitsky merupakan suatu tindakan melawan pelaku pelanggaran hak asasi manusia yang disahkan Kongres AS dan ditandatangani oleh Barack Obama.
Meningkatkan pemeriksaan pada penerbangan pribadi, bea cukai dan barang kargo. Membekukan aset negara Rusia, yang mengancam kehidupan atau kekayaan warga Inggris.
Mencabut semua kontak bilateral tingkat tinggi yang direncanakan dengan Rusia, termasuk mencabut undangan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov ke Inggris.
Dan tidak ada Menteri atau anggota Keluarga Kerajaan Inggris untuk ke Piala Dunia musim panas ini di Rusia.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya