Dubes Armenia: Kami ingin berdamai permanen dengan Azerbaijan
Kedua negara pekan lalu terlibat baku tembak di wilayah sengketa, menewaskan 35 prajurit
Duta besar Armenia untuk Indonesia Anna Aghadjanian, mengatakan pihaknya menginginkan perdamaian dengan Azerbaijan. Kedua negara terlibat kontak senjata pekan lalu, menewaskan 35 prajurit.
"Kami harap situasi menjadi lebih baik lagi. Kami berharap usaha komunitas internasional tidak sia-sia dan juga Azerbaijan kembali ke meja perundingan," katanya ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri Jakarta usai acara Cultural Coffee Morning, Kamis (7/4).
Aghadjanian juga menjelaskan masalah yang terjadi di antara dua negara berseteru itu. Area populasi Armenia diberikan kepada Azerbaijan pada 1920 oleh Joseph Stalin.
Kala Uni Soviet pecah, Nagorno-Karabakh juga ingin merdeka, namun hal itu dihalang-halangi oleh Azerbaijan. Karenanya mereka mengobarkan bendera perang dengan Armenia.
Dubes Armenia Anna Aghadjanian (c) 2016 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta
"Itu diakhiri pada 1994 lewat gencatan senjata hingga saat ini. Ada mediasi internasional. Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia mencoba cari solusi final," imbuh Anna.
Menurut dia, prinsip utama hukum internasional harus menjadi basis solusi konflik. Dia juga berharap negosiasi kedua negara dibantu tiga negara mediator itu berhasil.
Pertempuran dahsyat di wilayah Nagorno-Karabakh menewaskan sedikitnya 30 tentara akhir pekan lalu. Presiden Armenia Serzh Sarkisian mengatakan, 18 prajuritnya tewas sementara 35 lainnya terluka.
Sepekan terakhir, kedua negara telah menghentikan aksi saling tembak, namun belum ada solusi permanen. Masing-masing milisi berniat merebut kembali wilayah masing-masing.
Nagorno-Karabakh sejak 1994 menjadi wilayah semi-otonom yang tidak diperintah siapapun, walau peta internasional masih memasukkan sebagai wilayah Azerbaijan. Itu adalah jalan tengah, agar Armenia maupun Azerbaijan berhenti berperang. Namun negosiasi untuk menuntaskan batas wilayah sampai sekarang sulit tercapai. Perang dua dekade lalu memakan korban tewas hingga 30 ribu orang.
Baca juga:
Presiden Azerbaijan nyatakan perang dengan Armenia via Twitter
Armenia-Azerbaijan saling tembak di zona sengketa, 30 tentara tewas