Dua kelompok etnis di Myanmar sepakat gencatan senjata dengan pemerintah
Dua kelompok etnis di Myanmar sepakat gencatan senjata dengan pemerintah. Kedua kelompok dari etnis Mon dan Lahu sepakat menandatangani perjanjian gencatan senjata (NCA) setelah bertemu dengan Suu Kyi dan Jenderal Senior Min Aung Hlaing di Naypyitaw
Dua kelompok etnis di Myanmar sepakat melakukan gencatan senjata dengan pemerintah. Mereka berharap bisa mengakhiri konflik bersenjata selama puluhan tahun.
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi berusaha menghidupkan kembali proses perdamaian yang sempat terhenti.
Menurut koran Global New Light of Myanmar, kedua kelompok dari etnis Mon dan Lahu sepakat menandatangani perjanjian gencatan senjata (NCA) setelah bertemu dengan Suu Kyi dan Jenderal Senior Min Aung Hlaing di Naypyitaw, Selasa (23/1).
"Saya berterima kasih kepada etnis nasional kita, saudara, saudari dan warga suku Mon dan Lahu, karena membantu membentuk persatuan, perdamaian dalam persatuan dan pembangunan yang berdasarkan perdamaian," kata Suu Kyi, dilansir dari laman Reuters.
Para analis mengungkapkan dengan adanya kesepakatan kedua kelompok tersebut, ada langkah positif untuk melakukan negosiasi dengan kelompok bersenjata lainnya.
Saat ini masih ada 10 kelompok pemberontak lainnya yang belum bergabung dengan NCA.
Baca juga:
Potret sederhana pernikahan warga Rohingya di pengungsian
Penangkapan 2 jurnalis Reuters dinilai ancam kebebasan pers di Myanmar
Tragis, pria Rohingya kehilangan kaki dan penglihatan akibat ranjau Myanmar
Mengungkap pemerkosaan massal tentara Myanmar pada wanita Rohingya
Meratapi bocah Rohingya jadi korban kerja paksa di Bangladesh