Donald Trump akan minta hitung ulang jika kalah tipis dari Clinton
Donald Trump akan minta hitung ulang jika kalah tipis dari Clinton. Penasihat Trump, Rudy Giuliani mengatakan hanya selisih angka besar yang bisa meyakinkan bahwa Clinton tidak curang dalam pemilu. Dalam debat capres kemarin Trump mengatakan dia tidak akan menerima hasil pemilu jika kalah.
Dalam debat calon presiden Amerika Serikat ketiga yang berlangsung di Universitas Nevada, Las Vegas, kemarin, kandidat dari Partai Republik Donald Trump mengatakan dia tidak akan menerima hasil pemilu jika kalah.
Ketika ditanya moderator, Trump hanya mengatakan, "Saya akan beritahu nanti pada saatnya."
Penasihat Trump, Rudi Giuliani mengatakan pria 70 tahun itu menghendaki hitung ulang jika dia kalah tipis dari kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton.
Daily Mail melaporkan, Kamis (20/10), menurut Giuliani yang juga mantan wali kota New York itu, hanya selisih angka besar yang bisa meyakinkan bahwa Clinton tidak curang dalam pemilu.
"Clinton itu curang," ujar Giuliani kepada wartawan usai debat capres kemarin.
"Jika selisih perolehan suara cukup tipis, saya mungkin ingin hitung ulang," kata Giuliani. "Seperti yang dilakukan Al Gore. Kalau Al Gore saja bisa, saya tidak tahu mengapa orang akan terkejut jika Donald Trump juga ingin hitung ulang."
Dia merujuk pada pemilu presiden tahun 2000 di mana kandidat Demokrat Al Gore meminta hitung ulang ketika selisih perolehan suara sangat tipis.
"Kelihatannya jika seorang Republikan meminta hal itu maka semua orang akan marah. Al Gore waktu itu seorang Demokrat dan tidak ada orang yang marah," ujar Giuliani.
Dia menuturkan Trump akan meminta hitung ulang jika ada indikasi kecurangan.
Baca juga:
Donald Trump bakal menolak hasil pemilu jika kalah
Survei CNN: Clinton kembali ungguli Trump dalam debat capres ketiga
Rakyat Amerika malah takut kalau Trump kalah, ini sebabnya
'Pilih Trump berarti damai, pilih Clinton berarti perang'
BI pantau dampak pemilu AS ke perekonomian Indonesia