LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ditutup Empat Bulan, Venezuela Buka Kembali Perbatasan dengan Kolombia

Ribuan warga Venezuela menyeberang ke Kolombia untuk membeli makanan dan obat-obatan setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro membuka kembali sebuah perbatasan yang ditutup dalam empat bulan terakhir.

2019-06-09 15:50:00
Krisis Venezuela
Advertisement

Ribuan warga Venezuela menyeberang ke Kolombia untuk membeli makanan dan obat-obatan setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro membuka kembali sebuah perbatasan yang ditutup dalam empat bulan terakhir.

Barisan panjang warga Venezuela berdiri di dua jembatan internasional dekat kota Cucuta pada Sabtu (8/6), beberapa orang menggendong anak-anak mereka di atas pundak, menunggu dokumen mereka diperiksa oleh pihak berwenang Kolombia. Demikian dilansir dari Aljazeera, Minggu (9/6).

Penjaga perbatasan Venezuela menggunakan seragam hijau membantu mengatur kerumunan warga.

Advertisement

Pemerintah Venezuela telah meminta agar perbatasan Aruba, Bonaire, Curacao, Brazil dan Kolombia
ditutup pada Februari lalu karena pihak oposisi mencoba membawa masuk persediaan makanan dan obat-obatan ke dalam negeri.

Sebagian besar bantuan berasal dari Amerika Serikat, sekutu utama pemimpin oposisi Juan Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Januari lalu. Namun Maduro menolak bantuan tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran atas kedaulatan Venezuela dan melarangnya memasuki Venezuela.

Pada Mei, pemerintah membuka kembali perbatasan dengan Aruba dan Brazil, namun jembatan internasional Simon Bolivar dan jembatan internasional Francisco de Paula Santander dengan Kolombia tetap ditutup.

Advertisement

Saat mengumumkan pembukaan kembali perbatasan ini, Jumat (7/6), Maduro menyampaikan: "Kami adalah orang yang damai yang dengan teguh membela kemerdekaan dan penentuan nasib kami sendiri."

Alessandro Rampietti dari Aljazeera melaporkan dari Bogota, Kolombia, pembukaan kembali perbatasan dilakukan sebagai bantuan bagi puluhan ribu rakyat Venezuela yang bergantung pada penyeberangan ke Kolombia demi memperoleh makanan dan obat-obatan yang tidak dapat mereka temukan di daerah mereka.

Penutupan perbatasan telah memaksa banyak warga Venezuela menyeberang secara ilegal untuk mendapatkan kebutuhan dasar yang tak bisa didapatkan di Venezuela. "Tapi itu menjadi sangat sulit selama musim hujan dan jalur-jalur ini juga dikendalikan oleh kelompok-kelompok kriminal," kata Rampietti.

Pengumuman Maduro ini menyebabkan kekhawatiran di Kolombia. Setelah Maduro mengumumkan pembukaan kembali perbatasan, sejumlah wali kota dan gubernur di wilayah Kolombia menyerukan pertemuan membahas keamanan nasional, khawatir ada peningkatan eksodus warga dari Venezuela.

Lebih dari 1 juta pengungsi dan imigran Venezuela tinggal di Kolombia, dimana pemerintah dan lembaga-lembaga bantuan telah berjuang untuk menyediakan perumahan, makanan, dan perawatan kesehatan bagi gelombang pengungsi yang terus bertambah.

Pada Jumat, UNHCR menyampaikan, 4 juta warga Venezuela atau hampir 15 persen dari populasi telah meninggalkan negara tersebut karena krisis ekonomi dan politik. Badan PBB itu juga mengatakan jumlah pengungsi dan migran Venezuela naik 1 juta setelah November, menunjukkan peningkatan yang cepat ketika kondisi semakin memburuk dan konflik antara pemerintah Maduro dan oposisi meningkat tahun ini.

Rampietti mengatakan, keputusan Maduro pada Jumat tersebut mengindikasikan pemerintahannya tidak melihat situasi di perbatasan sebagai ancaman seperti yang mereka lakukan dalam beberapa bulan terakhir.

"(Itu karena) oposisi menyerah pada rencana mereka untuk mencoba dan memindahkan bantuan AS ke dalam Venezuela," ujarnya.

Negara yang dulunya kaya minyak itu sekarang menghadapi kekurangan sangat drastis atas barang-barang kebutuhan pokok dan hiperinflasi yang diperkirakan akan melampaui 10 juta persen tahun ini, menurut perkiraan Dana Moneter Internasional baru-baru ini. Kekacauan itu semakin diperburuk oleh sanksi AS terhadap ekspor minyak Venezuela dan telah memaksa sekitar 5.000 orang meninggalkan negara itu setiap hari, menurut UNHCR.

Baca juga:
Menengok Permukiman Kumuh Terbesar di Venezuela
BBM Langka, Kendaraan Mengular Masuk SPBU di Venezuela
AS Hentikan Semua Penerbangan Komersil ke Venezuela
Pemimpin Oposisi Venezuela 'Colek' Militer AS untuk Lengserkan Maduro
Nasib Tragis Demonstran Ditabrak Mobil Lapis Baja Tentara Venezuela
Selain Bentrokan di Jalanan, Perang Informasi Memuncak di Venezuela

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.