Diserbu imigran Venezuela, Pemerintah Kolombia jaga ketat perbatasannya
Lebih dari setengah juta orang Venezuela tinggal di Kolombia pada akhir tahun lalu. Mereka melarikan diri di tengah krisis ekonomi yang dihadapi negara itu. Inflasi yang mencapai 2.600 persen berakibat pada mata uang Venezuela, Bolivar tidak lagi bernilai di masyarakat.
Pemerintah Kolombia mulai mengontrol lebih ketat jalur perbatasan mereka. Dua minggu yang lalu, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengumumkan kontrol migrasi yang lebih ketat sepanjang 2.219 kilometer (1.379 mil). Serta menangguhkan sementara waktu penerbitan kartu masuk harian yang baru untuk orang-orang Venezuela dan mengerahkan 3.000 petugas keamanan baru.
Seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (23/2), Imigrasi Kolombia mengatakan, akibat pembatasan di tujuh pintu pos pemeriksaan imigrasi jumlah imigran turun dari rata-rata 48.000 orang per hari menjadi 35.000 orang per hari.
Angka tersebut hanya mencakup izin masuk legal dengan menggunakan kartu migrasi atau paspor, dan tidak termasuk ribuan orang Venezuela yang diperkirakan memasuki negara tetangganya secara ilegal setiap hari, baik untuk membeli bahan-bahan pokok atau sebagai imigran yang lebih permanen.
Lebih dari setengah juta orang Venezuela tinggal di Kolombia pada akhir tahun lalu. Mereka melarikan diri di tengah krisis ekonomi yang dihadapi negara itu. Inflasi yang mencapai 2.600 persen berakibat pada mata uang Venezuela, Bolivar tidak lagi bernilai di masyarakat.
Akibat inflasi ini jumlah penderita kekurangan gizi meningkat. Sebuah studi universitas menemukan, lebih dari 60 persen warga Venezuela mengatakan bahwa selama tiga bulan mereka terbangun dalam keadaan lapar karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan.
Baca juga:
Ini jembatan gantung di Kolombia yang runtuh hingga tewaskan 9 pekerja
Jembatan di Kolombia runtuh, sembilan pekerja tewas
Mengunjungi City 2000, rumah para korban kebengisan gangster Kolombia
Ratusan boneka di Kolombia demo tuntut penganiayaan anak
Ekstremnya balap sepeda di tengah permukiman padat Kolombia
Kolombia sita 12 ton kokain senilai Rp 4,8 triliun
Kecam Uber, ribuan taksi konvensional blokir jalan di Bogota