Disangka korupsi, adik Presiden Iran ditahan
Fereydoun diduga mendapat pinjaman lunak dari bank negara Iran, setelah berhasil meyakinkan Presiden Rouhani supaya tidak jadi memecat sang direktur.
Aparat keamanan Iran menahan adik Presiden Hassan Rouhani, Hossein Fereydoun, lantaran diduga terlibat korupsi. Namun, sangkaan dialamatkan kepadanya dianggap mengada-ada oleh pendukung Rouhani.
Pendukung Rouhani menduga kalau hal itu cuma buat menyudutkan sang presiden. Sedangkan kalangan oposisi konservatif menuduh Fereydoun menerima pinjaman tanpa bunga dari bank negara. Diduga, dia meyakinkan Rouhani supaya tidak memecat sang direktur yang mulanya bakal didepak lantaran gajinya terlampau besar.
Dilansir dari laman Middle East Monitor, Senin (17/7), Juru Bicara kepresidenan Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menyatakan tuduhan korupsi dialamatkan kepada Fereydoun yang merupakan penasihat Rouhani tidak jelas. Dia juga mempertanyakan hal itu kepada aparat.
"Jika Fereydoun bersedia memberikan jaminan, dia akan dibebaskan. Dia sudah beberapa kali diperiksa. Beberapa dari mereka ditahan dan kasus dilanjutkan," kata Mohseni Ejei.
Hanya saja Mohseni tidak menjelaskan berapa uang mesti dibayar buat menjamin Fereydoun dibebaskan.