LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Diplomat AS Alami Gejala Penyakit Misterius Sindrom Havana di Kolombia

Beberapa pejabat yang melaporkan gejala di Kolombia harus dievakuasi dari negara itu, termasuk keluarga dengan anak di bawah umur. Beberapa dari mereka yang terkena dampak sebelumnya melaporkan insiden penyakit misterius ketika mereka berada di negara lain, kata salah satu sumber.

2021-10-13 20:40:28
Amerika Serikat
Advertisement

Belasan diplomat Amerika Serikat yang bekerja di Kedutaan Besar AS di Kolombia dan anggota keluarga mereka melaporkan gejala yang konsisten dengan "sindrom Havana" dalam beberapa pekan terakhir. Demikian menurut seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Beberapa pejabat yang melaporkan gejala di Kolombia harus dievakuasi dari negara itu, termasuk keluarga dengan anak di bawah umur. Beberapa dari mereka yang terkena dampak sebelumnya melaporkan insiden penyakit misterius ketika mereka berada di negara lain, kata salah satu sumber.

Insiden tersebut, yang termasuk di antara ratusan kasus yang sedang diselidiki AS, terjadi saat Menteri Luar Negeri Tony Blinken berencana mengunjungi Bogota minggu depan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ned Price tidak akan mengomentari insiden yang dilaporkan di Kolombia atau tentang perjalanan Blinken yang akan datang dalam jumpa pers kemarin.

Advertisement

Price mengatakan setiap pejabat AS yang terkena dampak penyakit misterius itu akan "mendapatkan perawatan segera yang mereka butuhkan."

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan insiden Sindrom Havana di Kolombia.

Dilansir dari laman CNN, Rabu (13/10), Kementerian Luar Negeri AS memperingatkan pejabat AS mengenai kasus ini ketika terjadi pada misi tempat mereka bertugas. Namun Kementerian Luar Negeri tidak secara terbuka merilis informasi dasar seperti jumlah orang yang terkena dampak dan lokasi insiden -- data yang digunakan Kementerian Luar Negeri untuk dirilis secara publik dalam jumpa pers tentang insiden di Kuba dan China.

Advertisement

Penyelidik AS selama ini berupaya untuk menentukan apa atau siapa yang menyebabkan gejala dan bagaimana tepatnya mereka melakukannya. Insiden sindrom Havana dimulai pada akhir 2016 di Kuba dan sejak itu ada kasus yang dilaporkan di Rusia, Cina, Austria, dan negara-negara lain di seluruh dunia. Pemerintahan Biden terus menyelidiki masalah ini.

Pekan lalu, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang telah lama tertunda untuk memberikan dukungan bagi para korban dari gejala aneh yang telah membuat para diplomat, mata-mata, dan anggota militer sakit di seluruh dunia.

"Mengatasi insiden ini menjadi prioritas utama bagi pemerintahan saya," kata Biden.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma

Baca juga:
Hakim New York Putuskan Nakes Boleh Tidak Divaksin karena Alasan Agama
Tentara Amerika di Asia: Belajar dari Pengalaman Korea Selatan
Kim Jong-un: AS adalah Sumber dari Ketegangan di Semenanjang Korea
Teknisi Angkatan Laut AS Ditangkap karena Jual Informasi Kapal Selam Nuklir
AS dan Inggris Ingatkan Warganya akan Ancaman Bahaya di Hotel Kabul

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.