Dino Patti Djalal akan bawa rombongan akademisi Asia-Pasifik ke Korut
Kabar rencana kunjungan rombongan Dino itu muncul di tengah proses usaha perdamaian di Semenanjung Korea yang melibatkan berbagai negara dan pihak di kawasan, meliputi Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, China, Amerika Serikat.
Sejumlah delegasi akademisi dari Asia - Pasifik akan berkunjung ke Korea Utara dan berdialog dengan pejabat tinggi negara tersebut pada 3 - 7 April 2018. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal akan memimpin dalam kunjungan ini
Sebagai pendiri firma think-tank Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), ia akan membawa delegasi akademisi dari Kamboja, Indonesia, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Selandia Baru. Mereka akan menyambangi ibu kota sekaligus pusat pemerintahan Korea Utara, Pyongyang, dan Panmunjeom.
Di Pyongyang, para delegasi akan berdialog dengan Wakil Presiden Presidium Majelis Tinggi Rakyat Korea Utara, Yang Hyong-sop dan Wakil Menteri Luar Negeri, Choe Hul-chol.
Selain itu, mereka akan berdialog dengan akademisi dari Korea-Asia Association Kim Il-sung University.
"Dialog nanti akan membahas dan saling berbagi pandangan tentang isu-isu terkini di kawasan. Para delegasi juga akan berbagi tentang strategi pembangunan di negara masing-masing kepada para pejabat Korea Utara," kata Dino Patti Djalal, Kamis (29/3).
Selain Pyongyang, para delegasi juga akan menyambangi Panmunjeom, kawasan zona demiliterisasi (DMZ) Korea Utara - Korea Selatan, serta menjadi markas pasukan militer penjaga garis demarkasi kedua negara atau Joint Security Area (JSA).
Kabar rencana kunjungan rombongan Dino itu muncul di tengah proses usaha perdamaian di Semenanjung Korea yang melibatkan berbagai negara dan pihak di kawasan, meliputi Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, China, Amerika Serikat.
Sebagai sebuah negara yang menutup diri, sikap Pemerintah Korea Utara yang bersedia menerima kunjungan para delegasi akademisi asing itu, dinilai oleh Dino sebagai sebuah 'secercah harapan positif yang tak terduga', efek dari situasi di Semenanjung Korea yang mengalami penurunan tensi sejak beberapa pekan terakhir.
Reporter:Rizki Akbar Hasan
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Dukung kemerdekaan Palestina, Indonesia harus 'provokasi' anggota PBB
'Diaspora aset Indonesia menjadi raksasa Asia abad 21'
Trump jadi Presiden AS, Jokowi diminta tak ubah kebijakan Indonesia
Dino sarankan agar perlindungan WNI tetap nomor satu di 2017
Dino: Jika Kedubes AS di Yerusalem, two state solution bisa kandas