LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dilobi Filipina, Jokowi tanya Kejagung bisakah ampuni Mary Jane

Pengampunan disampaikan Presiden Benigno Aquino saat bertemu Jokowi di sela KTT ASEAN pagi tadi.

2015-04-27 16:45:34
Hukuman Mati
Advertisement

Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Presiden Filipina Benigno Aquino III di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur pagi tadi, Senin (27/4). Kedua kepala negara membahas soal eksekusi mati terpidana kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso.

"Ya intinya (Presiden Filipina) menyampaikan untuk diberikan pengampunan," kata Jokowi setiba di Bandara Halim Perdakusuma, Jakarta.

Pemerintah Indonesia belum secara resmi memberikan tanggapan. Jokowi mengaku dirinya akan berdialog dengan Kejaksaan Agung lebih dulu.

Advertisement

"Saya tadi sampaikan, akan saya jawab nanti sore," tegasnya.

Setibanya di Tanah Air, Jokowi segera menemui Jaksa Agung H.M Prasetyo. Oleh karenanya, Jokowi akan menyampaikan tanggapan soal permintaan pengampunan Presiden Filipina atas warganya itu pada sore ini.

"Ya menunggu sore. Nanti akan saya telepon. Saya akan tanyakan ke kejaksaan agung. Akan saya telepon lagi, ke presiden Aquino langsung atau ke Menlu untuk disampaikan ke Presiden Aquino," jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Presiden Aquino yang akrab disapa Ninoy didemo warganya karena tidak memperjuangkan nasib Mary Jane. Setelah unjuk rasa marak, barulah dia berjanji melobi Jokowi di sela-sela KTT ASEAN.

"Sangat memalukan, Presiden Aquino tidak melakukan tindakan apapun. Padahal Mary Jane adalah korban dari sindikat narkoba internasional," kata Ketua LSM Migrante Gerry Martinez.

Mary Jane (30 tahun), menurut pengakuan rekan-rekannya di LP Wirogunan Yogyakarta, adalah korban penipuan. Temannya menitipkan koper yang berisi sabu-sabu lebih dari 2 kilogram. Mary Jane tidak mendapat penerjemah yang layak, sehingga kesulitan menjawab pertanyaan hakim dan jaksa.

Lebih tragis lagi, Mary Jane dipindah ke Nusakambangan Jumat (24/4), ketika dua putranya baru tiba dari Filipina untuk menjenguk. Sampai nanti detik-detik terakhirnya, dia tidak bisa melihat darah dagingnya.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.