Detik-Detik Menegangkan Penembakan di Sekolah Turki, Jumlah Korban Tewas Bertambah jadi 9 Orang
Sebuah penembakan terjadi di sekolah menengah Ayser Calik, Turki, yang mengakibatkan sembilan orang meninggal dan 13 lainnya terluka.
Tragedi penembakan di Sekolah Menengah Ayser Calik di Kahramanmaras, Turki, menyebabkan korban jiwa bertambah. Sebanyak sembilan orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka, di mana enam di antaranya berada dalam kondisi kritis, seperti yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Mustafa Ciftci.
Gubernur Kahramanmaras Mukerrem Unluer, mengungkapkan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh seorang siswa laki-laki yang duduk di kelas 8 pada hari Rabu waktu setempat. Motif di balik tindakan tersebut masih belum diketahui.
Dilansir dari Antara pada Kamis (16/4), pelaku membawa senjata api di dalam ranselnya dan secara tiba-tiba menembaki secara membabi buta setelah memasuki dua ruang kelas. Pelaku juga dilaporkan tewas dalam insiden ini, namun penyebab kematiannya, apakah karena bunuh diri atau terluka dalam kekacauan, masih belum jelas.
Gubernur Unluer menjelaskan bahwa senjata yang digunakan kemungkinan merupakan milik ayah pelaku, yang diketahui adalah mantan petugas kepolisian. Pelaku dilaporkan datang ke sekolah dengan membawa lima pucuk senjata api dan tujuh magasin.
Menteri Dalam Negeri Ciftci juga menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di Kahramanmaras akan dihentikan selama dua hari akibat kejadian tragis ini.
Di sisi lain, Kementerian Kehakiman telah mengambil langkah hukum terhadap individu-individu yang mendukung kekerasan, membenarkan tindakan pelaku, menyebarkan kepanikan, serta menyampaikan informasi yang menyesatkan di media sosial dan platform digital. Aktivitas digital yang muncul pasca serangan tersebut akan terus dipantau di seluruh 81 provinsi Turki, dengan koordinasi yang dilakukan bersama 171 pengadilan pidana.
Peristiwa Beruntun
Serangan yang terjadi pada hari Rabu berlangsung sehari setelah insiden penembakan lainnya di sebuah sekolah menengah atas di Provinsi Sanliurfa, di mana seorang mantan siswa melukai 20 orang. Pelaku, yang berumur 19 tahun dan diidentifikasi sebagai OK, mengakhiri hidupnya setelah melakukan serangan tersebut.
Mengutip laporan dari Middle East Eye, OK menyerang Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Ahmet Koyuncu, tempat ia pernah menuntut ilmu sebelumnya. Serangan ini diduga merupakan tindakan balas dendam atas kegagalan akademis yang ia alami. Ia juga dituduh secara pribadi menyalahkan kepala sekolah atas masalah yang dihadapinya.
Sebuah laporan dari surat kabar Turki, Sabah, mengungkapkan bahwa OK tidak dapat menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah pertama karena sering tidak masuk, dan kemudian mendaftar di sekolah menengah berbasis pendidikan jarak jauh yang juga gagal ia selesaikan.
Selain itu, laporan tersebut menyebutkan bahwa ia telah mengancam sekolah tersebut dalam jangka waktu yang cukup lama dan bahkan sempat ditahan sehari sebelum serangan akibat ancaman tersebut, namun akhirnya dibebaskan. Dalam salah satu pesan yang dikirimkan, ia menulis,
"Bersiaplah, akan ada serangan di sekolah ini dalam beberapa hari."
Penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turki, dan para komentator televisi setempat menggambarkan dua serangan yang terjadi dalam dua hari berturut-turut ini sebagai kemungkinan aksi tiruan, menunjukkan bahwa serangan pertama mungkin telah memicu serangan kedua setelah mendapat perhatian media yang luas.