Demonstran Thailand kepung rapat kabinet Yingluck
Unjuk rasa sudah berlangsung tiga bulan dan sepuluh orang sudah tewas.
Sekitar 500 demonstran di Ibu Kota Bangkok, Thailand, mengepung markas militer tempat Perdana Menteri Yingluck Shinawatra menggelar rapat kabinet mingguan.
Pemerintah sudah mengeluarkan ultimatum kepada para pemimpin unjuk rasa berisi ancaman penangkapan jika mereka tidak juga menghentikan demo sudah berlangsung tiga bulan dan membebaskan jalanan di Bangkok yang mereka blokir seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (28/1).
"Rakyat ingin berbicara dengan perdana menteri karena dia bilang dia adalah perdana menteri rakyat. Kami ingin dia mendengar cerita dari sisi kami," kata pemimpin unjuk rasa Puttipong Punnakun.
Tidak dilaporkan ada kerusuhan atau bentrok dengan pihak keamanan dam unjuk rasa kali ini.
Pemerintah telah menyatakan keadaan darurat pekan lalu. Sejauh ini sudah sepuluh orang tewas. Seorang pemimpin pengunjuk rasa kemarin tewas ditembak pihak keamanan.
Yingluck hari ini akan bertemu dengan Komisi Pemilihan Umum untuk membahas rencana pelaksanaan pemilu pada 2 Februari mendatang. KPU menginginkan pemilu ditunda hingga selama sebulan mengingat kondisi saat ini masih belum kondusif untuk menggelar pemilu.
Baca juga:
Demonstran Thailand padati upacara pemakaman Suthin Tharatin
Pemimpin protes antipemerintah Thailand tewas ditembak
Demonstran antipemerintah Thailand paksa tutup 19 TPS di Bangkok
Pemimpin demo pro-pemerintah Thailand ditembak
Thailand tetapkan keadaan darurat selama 60 hari