Curi data Gedung Putih, peretas Rusia gunakan Twitter
Para peretas menyisipkan kode berbahaya yang memungkinkan mereka untuk mencuri data.
Perusahaan Keamanan Amerika Serikat menuduh peretas Rusia mencuri data Gedung Putih pakai sosial media Twitter. FireEye, nama perusahaan tersebut, mengaku telah memeriksa teknik peretasan baru ini.
"Berbagai teknik alogaritma digunakan dalam penggunaan Twitter setiap harinya, dalam gambar dan perintah yang disematkan disinyalir sangat efektif sebagai teknik meretas," tutur FireEye, seperti dikutip dari situs Emirates247, Kamis (30/7).
Dalam gambar yang diunggah ke media sosial Twitter, para peretas menyisipkan kode berbahaya yang memungkinkan mereka untuk mencuri data dan dapat mengakses komputer yang diretasnya.
Diketahui, sebelumnya pihak keamanan cyber AS sebelumnya telah mengaitkan Rusia dalam upaya mereka menembus jaringan komputer di Gedung Putih.
Baca juga:
Amerika siap 'perang' dengan Iran dalam menjual minyak bumi
Aksi kendaraan tempur maritim Rusia pamer kehebatan di Krimea
Bobol email eksportir furnitur, hacker gondol uang warga Jerman
Soal keamanan internet, Jepang dibacking AS. Tiongkok curiga
Hacker Rusia curi jadwal pribadi Obama saat bobol Gedung Putih
Prajurit Facebook, pasukan cyber bentukan militer Inggris