LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Campuran Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Bisa Tingkatkan Level Antibodi Covid-19

Vaksinasi dengan campuran vaksin AstraZeneca pada suntikan pertama dan kemudian vaksin Pfizer pada suntikan dosis kedua meningkatkan level antibodi penetralisir sampai enam kali jika dibandingkan dengan dua dosis suntikan vaksin AstraZeneca.

2021-07-27 17:00:00
Vaksinasi Covid-19
Advertisement

Vaksinasi dengan campuran vaksin AstraZeneca pada suntikan pertama dan kemudian vaksin Pfizer pada suntikan dosis kedua meningkatkan level antibodi penetralisir sampai enam kali jika dibandingkan dengan dua dosis suntikan vaksin AstraZeneca. Kesimpulan ini berdasarkan hasil penelitian dari Korea Selatan.

Penelitian ini melibatkan 499 tenaga medis. Sebanyak 100 orang menerima dosis campuran, 200 orang menerima suntikan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan sisanya mendapatkan suntikan dua dosis AstraZeneca.

Dikutip dari Reuters, Selasa (27/7), semua menunjukkan antibodi penetralisir, yang mencegah virus memasuki sel dan berkembang biak, dan hasil campuran vaksin menunjukkan jumlah antibodi penetralisir yang sama dengan yang ditemukan dari kelompok yang menerima dua dosis suntikan Pfizer.

Advertisement

Sebuah penelitian Inggris bulan lalu menunjukkan hasil yang sama, satu dosis suntikan AstraZeneca disusul suntikan Pfizer memproduksi respons T-sel terbaik, dan respons antibodi yang lebih tinggi daripada suntikan Pfizer yang disusul AstraZeneca.

Data tersebut memberikan dukungan lebih lanjut atas keputusan beberapa negara menawarkan AstraZeneca sebagai alternatif suntikan dosis kedua setelah vaksin itu dikaitkan dengan kasus penggumpalan darah yang langka.

Penelitian Korea Selatan ini juga menganalisis aktivitas pentralisir terhadap sejumlah varian virus corona yang menjadi perhatian (variant of concern), seperti disampaikan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan (KDCA).

Advertisement

Tidak ada dari kelompok peserta penelitian yang menunjukkan pengurangan aktivitas penetralisir terhadap virus corona varian Alfa, yang pertama kali teridentifikasi di Inggris, tetapi titer netralisasi menurun 2,5 hingga 6 kali lipat terhadap varian Beta, Gamma dan Delta, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, Brasil, dan India.

Baca juga:
Puluhan Ribu Warga Brasil Demo Buruknya Penanganan Covid Presiden Jair Bolsonaro
Bermula dari Klaster Bandara, Varian Delta Diduga Menyebar ke Provinsi di China
Haji Usai, 4000 Pekerja Bersihkan Kabah Pakai 70.000 Liter Disinfektan 10 Kali Sehari
Virus Corona Akan Menang Jika China Menolak Penyelidikan Lanjutan Asal Usul Covid-19
Menteri Kesehatan Inggris Dikecam Setelah Minta Warga Jangan Takut Sama Virus Corona
Kasus Covid-19 Tembus 17.000, Malaysia Catat Rekor Tiga Berturut-Turut

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.