Bocah 5 SD buat poster perbudakan isinya 'gadis rumahan baik-baik'
Bocah 5 SD buat poster perbudakan isinya 'gadis rumahan baik-baik'. Sebuah sekolah di New Jersey terpaksa meminta maaf atas pemajangan sebuah poster yang dianggap sensitif, yakni melelang budak. Isinya tulisan mengejutkan dan membuat kesal sejumlah orang yang melihatnya secara langsung.
Sebuah sekolah di New Jersey terpaksa meminta maaf atas pemajangan sebuah poster yang dianggap sensitif, yakni melelang budak. Isinya tulisan mengejutkan dan membuat kesal sejumlah orang yang melihatnya secara langsung.
Dilansir CNN, Selasa (14/3), poster yang dipajang merupakan salah satu tugas yang dibuat oleh murid kelas 5 SD. Mereka tengah mempelajari sejarah kolonial Amerika, dan ditugasi untuk membuat poster yang mempromosikan pelelangan budak.
Gara-gara tulisannya yang dianggap bermasalah, poster karya murid sekolah itu terpaksa dicabut dan bentuk penugasan ditinjau ulang. Sejumlah orangtua mempermasalahkan isinya, yang bertuliskan "Pria berusia 20-26 tahun, kuat" dan "Anne, usia 12 tahun, gadis baik-baik rumahan."
Tak hanya poster soal perbudakan, para siswa juga membuat poster penjahat yang sedang dicari, mirip dengan pencarian budak yang melarikan diri. Hal itu terlihat dari sosok yang digambarkan berupa pria dan wanita berkulit cokelat dengan tambahan logo dolar di dalamnya.
"Kejadian ini bukan maksud kami, kami menilai poster tersebut merupakan contoh pelelangan budak, meski relevan dengan sejarah, tapi tidak secara budaya," ujar pengawas South Orange-Maplewood School District, Dr John J Ramos.
"Kami paham dan menghormati reaksi dari beberapa orangtua yang telah melihat poster pelelangan budak ini termasuk karya lain dari penugasan. Kami akan meninjau ulang Proyek Kolonial Amerika untuk tahun depan, dan akan menghapus contoh poster pelelangan budak," lanjutnya.
Sejumlah murid di sekolah itu ditugaskan untuk menggambarkan 'buruknya dan peran dasar atas perbudakan di wilayah Kolonial Amerika. Mereka diminta untuk meneliti salah satu koloni dan menyelesaikan tugas, termasuk membuat iklan untuk pelelangan budak menggunakan hasil penelitian mereka.
Sesaat setelah tugas-tugas tersebut diselesaikan, pihak sekolah lantas menggantungnya di sejumlah sudut. Melihat itu, sejumlah warga lokal marah.
Salah satunya Jamil Karriem, dengan mengepos gambar poster tersebut ke Facebook dan mendorong banyak orangtua untuk memprotes Kepala Sekolah South Mountain Elementary Alyna Jacobs dan pemerintah setempat.
"Gambar ini dipajang untuk dilihat seluruh siswa (berumur antara 4-10 tahun), termasuk menunjukkan rendahnya konteks antara 'pelajaran' dan 'tujuan'," tulis Karriem. "Saya SEPENUHNYA tidak paham proyek ini bisa efektif dalam memberikan pemahaman siswa dalam kelompok umur apapun atas sejarah Amerika.:
Sebaliknya, Andrea Espinoza memiliki pandangan beda.
"Ini adalah bagian dari sejarah, tentu saja. Itu benar terjadi. Saya rasa ini cara bagus agar mereka tahu," kata wanita itu kepada CNN.
Baca juga:
Trump serukan beli produk AS, Ivanka malah impor baju dari China
Pesawat di AS nekat lepas landas saat terjangan badai salju
Belum genap 2 bulan jadi presiden AS, Trump sudah 9 kali main golf
Umbar janji palsu Trump kepada Rusia
Tak ada kemajuan, Rusia frustasi atas hubungannya dengan AS