Bisnis Trump di AS dan luar negeri bisa jadi target serangan teror
Bisnis Trump di AS dan luar negeri bisa jadi target serangan teror. Serangan itu bisa saja berupa penculikan terhadap para pekerja di sejumlah properti milik Trump. Selama ini merek-merek asal Amerika sudah menjadi target serangan di luar negeri.
Para pakar keamanan memperingatkan, sejumlah bisnis Donald Trump di seluruh dunia bisa menjadi target serangan teror.
Serangan itu bisa saja berupa penculikan terhadap para pekerja di sejumlah properti milik Trump.
"Mereka bisa menculik pegawai Trump dan tidak mau bernegosiasi," kata Colin P Clarke, pengamat politik, pakar di bidang terorisme dan jaringan kriminal internasional, seperti dikutip koran the Independent, Senin (23/1).
Dengan kondisi itu maka jajaran penegak hukum seperti polisi, intelijen dan ahli keamanan harus selalu waspada sepanjang waktu.
Selama ini merek-merek asal Amerika sudah menjadi target serangan di luar negeri tapi tidak pernah dialami oleh properti milik pria 70 tahun itu. Dengan menjadi presiden AS ke-45 yang memiliki sejumlah bisnis di luar negeri maka itu menjadi lain ceritanya.
Ketika ditanya soal keamanan, the Trump Organisation mengatakan dalam pernyataannya, mereka kian memperketat keamanan di semua bangunan atau properti milik Trump baik di Amerika Serikat maupun di luar negeri.
"Tim kami terus bekerja sama dengan penegak hukum setempat," kata pernyataan Trump Organisation. "Kami juga bekerja sama dengan para pengembang lokal di sejumlah properti milik Trump di seluruh dunia untuk memastikan semua penghuni, tamu, dan rekan kami tetap aman dan selamat."
Meski sebelumnya Trump sudah mengatakan dia akan melimpahkan semua urusan bisnis dan perusahaannya kepada dua putranya dan para eksekutif di Trump Organisation, tetap saja di setiap properti miliknya tertera nama Trump.
Sejumlah properti milik Trump saat ini berada di negara yang kerap terjadi kekerasan dan serangan teror seperti di Turki.
Di Bali Trump juga mempunyai bisnis tempat peristirahatan mewah. Namun menurut juru bicara kepolisan Bali Hengky Widjaja sejauh ini belum ada permintaan tambahan keamanan di properti milik Trump.
Baca juga:
Sri Mulyani: Kepentingan AS tak selalu sama dengan kebijakan global
Analis sebut kurs dolar merosot akibat pidato Trump tak detail
Pengamat: Trump punya kepentingan, tak mungkin musuhi Indonesia
Jadi presiden, ini yang pertama kali Trump lakukan di Gedung Putih
Baru tiga hari jadi presiden AS, Trump sudah langgar konstitusi