Analis sebut kurs dolar merosot akibat pidato Trump tak detail
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka menguat di perdagangan hari ini, Senin (23/1). Rupiah dibuka di Rp 13.383 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.410 per USD.
Senior Economist Standard Chartered Bank Aldian Taloputra mengatakan melemahnya nilai tukar dolar disebabkan karena pidato Donald Trump saat dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) tidak detail Sehingga, hal tersebut memengaruhi perilaku pasar.
"Kan bisa saja pelaku pasar menilai pidatonya kurang detail. Speech Trump pertama kan dianggap kurang memberikan detil. Tadinya dolar menguat lalu lemah lagi," kata Aldian di Jakarta, Senin (23/1).
Dia menambahkan, kebijakan Trump dengan slogan 'American First' atau prioritaskan warga Amerika dinilai terlalu proteksionis. Sehingga, menurutnya kebijakan ini akan sulit diterapkan, mengingat setiap negara saling membutuhkan.
Bahkan, dia mengkhawatirkan adanya perlawanan dari mitra dagang jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. "Kebijakannya itu butuh waktu. Jadi tidak bisa langsung keluarkan kebijakan. Ke Parlemen, dia mayoritas tapi bukan berarti seluruh kebijakannya didukung," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Peneliti Ekonomi Standard Chartered Bank untuk Amerika, Mike Moran mengatakan pihaknya akan terus mengawasi pergerakan dari nilai tukar dolar. "Kami akan terus memperhatikan seberapa kuat nilai tukar dolar. Sebab ini tidak hanya berpengaruh pada ekonomi global, namun juga berpengaruh pada ekonomi Amerika," jelas Mike.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya