LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Bikin kue dari cokelat hitam, pria ini dibilang rasis

Kue coklat tersebut terlihat seperti sosok manusia telanjang lengkap dengan alat kelamin yang besar.

2015-03-10 11:13:33
Prancis
Advertisement

Seorang pembuat kue asal Prancis, Yannick Tavolaro dituduh rasis lantaran menjual kue berbentuk wanita dan pria dari cokelat hitam. Kue tersebut diberi nama Dieu dan Desses yang berarti Dewa dan Dewi.

Kue coklat tersebut terlihat seperti sosok manusia telanjang lengkap dengan alat kelamin yang besar untuk si pria, dan payudara yang besar juga untuk si wanita. Lantaran bentuknya tersebut, dia dianggap rasis oleh Dewan Asosiasi Kulit Hitam Prancis (CRAN).

"Dia mengejek ras agama di Afrika dengan kue tersebut. Kami diberitahu para anggota kami akan keberadaan kue itu," ujar salah satu anggota CRAN, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (10/3).

"Kue itu pasti terinspirasi oleh fantasi mereka tentang orang-orang kulit hitam dengan ekspresi mata yang besar, ukuran mulut yang lebar dan tebal, serta telanjang," ujar ketua CRAN Louis Georges Tin.

Dewan CRAN meminta Tavolaro untuk membuang kue-kue 'rasis' buatannya dari toko kuenya di Grasse, Prancis, yang sudah 15 tahun dia jual. Namun Tavolaro menolak permintaan para anggota organisasi tersebut.

"Saya tidak rasis, saya menggunakan cokelat hitam lantaran lebih enak untuk dibentuk. Saya lebih senang bekerja dengan cokelat jenis itu," ujarnya memberi alasan.

Menurut lelaki bertubuh tambun ini, jika dirinya rasis, pelanggannya tentu tidak berasal dari berbagai kalangan ras.

"Jika saya rasis, orang tidak akan memesan kue-kue itu. Saya dihakimi dengan kue ini, namun sekali lagi saya katakan, saya tidak rasis dan begitu pula dengan para pelanggan saya," katanya.

Rupanya, kasus yang dialami Tavolaro bukanlah kasus pertama. Sebelumnya pernah terjadi juga di Prancis, di mana pembuat cokelat di Auxerre sepakat untuk mengubah nama cokelat yang semula ada 'Bamboula' dan 'Negro'.

Baca juga:
Punya paru-paru super, 5 orang ini paling jago tahan napas sedunia
Intip pabrik pembuat boneka seks di Prancis
Kisah pilu Sabine & suami yang mau dieksekusi mati
Prancis minta belas kasihan Indonesia agar hukuman mati dibatalkan
Lima negara warganya paling suka selingkuh
Video ini perlihatkan kebencian warga Prancis terhadap Yahudi
Netanyahu: Eropa kini tak ramah Yahudi, silakan pindah ke Israel

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.