LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Beredar Berita Soal Persiapan Pemakaman Paus Fransiskus, Ternyata Ini Faktanya

Paus Fransiskus dikabarkan menderita pneumonia dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumat, 21 Feb 2025 10:38:00
pneumonia
Upacara ini meresmikan tradisi Yubelium yang diadakan setiap 25 tahun sekali, di mana umat Katolik berziarah ke Roma. (Alberto PIZZOLI/POOL/AFP) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Berita mengenai persiapan upacara pemakaman Paus Fransiskus mulai beredar. Garda Swiss dilaporkan tengah bersiap menghadapi kemungkinan kematian Paus yang kini berusia 88 tahun tersebut. Pemakaman Paus Fransiskus diduga tengah dalam tahap persiapan setelah ia diberi tahu bahwa peluangnya untuk selamat dari pneumonia sangat tipis.

"Garda Swiss yang melindungi Paus Fransiskus sedang mempersiapkan pemakaman Paus Fransiskus dengan para anggotanya berada di bawah jam malam karena mereka 'mempersiapkan kematian Paus'," kata laporan surat kabar Swiss Blick yang dikutip Daily Mail pada Kamis (20/2).

Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh pemimpin Gereja Katolik tersebut. Paus Fransiskus sebelumnya telah menyatakan bahwa ia "telah mempersiapkan" makamnya, meskipun lokasi dan bentuk peti matinya akan bertentangan dengan tradisi yang ada. Persiapan pemakaman ini terjadi setelah ia dilarikan ke rumah sakit Gemelli di Roma pada hari Jumat (14/2) akibat nyeri dada yang parah.

Meskipun dihadapkan pada kondisi kesehatannya yang menurun, Paus menolak untuk meninggalkan Vatikan selama beberapa hari. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya dengan infeksi pernapasan yang dianggap 'kompleks' dan melarangnya untuk menghadiri beberapa acara, sehingga Vatikan terpaksa membatalkan atau menjadwalkan ulang audiensi kepausannya untuk minggu ini.

Advertisement

Pada Selasa (18/2), Vatikan mengonfirmasi Paus Fransiskus mengalami pneumonia dan menyatakan infeksi pernapasannya juga melibatkan bronkitis asma, yang memerlukan pengobatan dengan antibiotik kortison.

"Tes laboratorium, rontgen dada, dan kondisi klinis Bapa Suci terus menunjukkan gambaran yang rumit," ungkap pihak Vatikan.

Advertisement

Mengingat bahwa Paus telah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya beberapa tahun lalu, infeksi ini menjadi perhatian yang serius. Kardinal Italia Angelo Comastri (81) menyatakan kepada media Rai mengenai kondisi Paus: "Fransiskus sangat tenang. Kepemimpinannya ada di tangan Tuhan."

Pneumonia Ganda

Upacara ini meresmikan tradisi Yubelium yang diadakan setiap 25 tahun sekali, di mana umat Katolik berziarah ke Roma. (Alberto PIZZOLI/POOL/AFP) © 2025 Liputan6.com

Dua orang yang dekat dengan Paus Fransiskus menyatakan bahwa ia pernah mengungkapkan kepada mereka, "ia mungkin tidak akan selamat kali ini," berdasarkan laporan yang dirilis Politico. Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Fransiskus tampaknya menyadari keterbatasan waktu yang dimilikinya, sehingga ia berupaya untuk "menyelesaikan masalah yang belum selesai" dan menjaga kelangsungan warisannya di tengah situasi politik yang sensitif bagi Gereja Katolik.

Orang-orang dilaporkan telah mengunjungi Rumah Sakit Gemelli di bagian barat Roma, tempat Paus Fransiskus dirawat, untuk mendoakannya. Pada Senin (17/2), tim medis mengonfirmasi bahwa Paus mengalami infeksi saluran pernapasan polimikroba, yang berarti terdapat campuran virus, bakteri, dan kemungkinan organisme lain yang menginfeksi saluran pernapasannya, menyebabkan pneumonia ganda. Penanganan untuk kondisi ini bervariasi tergantung pada tingkat keparahan, dan dapat mencakup pemberian oksigen melalui selang hidung atau masker, serta cairan infus, dan penanganan pada penyebab infeksi yang mendasarinya.

Sampai saat ini, tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa Paus Fransiskus memerlukan oksigen tambahan. Beliau tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti sarapan, membaca koran, dan menyelesaikan beberapa pekerjaan dari dalam kamar rumah sakitnya.

Tanggapan Vatikan

Hingga saat ini, Vatikan belum mengungkapkan informasi mengenai bagaimana tanggapan Paus Fransiskus terhadap pengobatan yang diberikan kepadanya, kecuali menyatakan bahwa beliau tidak mengalami demam.

Menurut Dr. Carmelo D'Asero, seorang pakar penyakit menular dan geriatrik di Roma, fakta bahwa Fransiskus tidak demam tidak selalu menjadi indikasi yang baik, terutama berkaitan dengan tingkat keparahan infeksi yang dideritanya.

"Demam tinggi merupakan tanda respons imun terhadap patogen," ujarnya.

"Demam ringan dan infeksi bronkial serius... merupakan tanda bahwa respons imun menurun, sehingga hal ini membuat kita merasa sedikit lebih khawatir, katakanlah. Mungkin jika dia demam, itu akan lebih baik."

Advertisement

Sampai saat ini, Vatikan belum memberikan informasi mengenai durasi perawatan Paus Fransiskus di rumah sakit. Mereka hanya menyatakan bahwa perawatan untuk "gambaran klinis yang rumit" seperti yang dialami oleh Paus memerlukan beberapa penyesuaian dalam rejimen obatnya dan harus mendapatkan perawatan yang "memadai". Hal ini menunjukkan kondisi kesehatan Paus Fransiskus masih dalam pengawasan ketat dan memerlukan perhatian medis yang intensif.

Berita Terbaru
  • Mitigasi Banjir Musim Hujan, Lanud Halim Perdanakusuma Normalisasi Waduk
  • Pertarungan Sengit! UFC Fight Night: Kape vs Horiguchi di Vidio
  • JRP Insurance Berikan Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung Jakarta Fair 2026
  • Diskusi di UGM Ricuh, Qodari: Kalau Tak Mau Berdialog Itu Bukan Demokrasi
  • Luhut Undang Prabowo Tinjau Uji Coba Bansos Digital, Siap Diluncurkan Nasional Oktober 2026
  • berita update
  • konten ai
  • merdekaglobal
  • paus fransiskus
  • pneumonia
  • vatikan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Hari Ariyanti
T
Reporter Tanti Yulianingsih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.