Australia tangkap calo rudal Korut, Indonesia terseret
Chan Han Choi juga dijerat enam sangkaan lain yang masih dirahasiakan, termasuk membantu menjual batu bara dari negeri dipimpin Kim Jong Un kepada sejumlah pihak di Indonesia dan Vietnam.
Kepolisian Federal Australia membekuk seorang warga keturunan Korea, Chan Han Choi (59), karena diduga hendak menjual suku cadang dan teknologi rudal dari pemerintah Korea Utara melalui pasar gelap. Bahkan, kabarnya dia juga menjadi perantara penjualan batu bara dari Korea Utara ke sejumlah korporasi di Indonesia dan Vietnam.
Dilansir dari laman BBC, Minggu (17/12), kepolisian Australia membekuk Chan di rumahnya Sydney, Negara Bagian New South Wales, pada Sabtu kemarin. Menurut mereka, Chan sudah menjadi warga negara itu dengan proses naturalisasi, dan menetap selama tiga dasawarsa.
Menurut Wakil Komisioner Kepolisian Federal Australia, Neil Gaughan, mereka memiliki bukti kalau Chan berkomunikasi dengan pejabat tinggi di Korea Utara dengan program yang tersandi. Namun, percakapan rahasia itu berhasil ditembus oleh aparat negeri kanguru.
Neil melanjutkan, Chan menjadi makelar penjualan onderdil dan teknologi rudal Korea Utara, kepada pihak asing. Dia juga dijerat enam sangkaan lain yang masih dirahasiakan, termasuk membantu menjual batu bara dari negeri dipimpin Kim Jong Un kepada Indonesia dan Vietnam.
Aparat penegak hukum Australia menjerat Chan dengan Undang-Undang Pencegahan Senjata Pemusnah Massal 1995. Chan pun tidak dibolehkan bebas dengan jaminan, serta terancam penjara maksimal sepuluh tahun.
Baca juga:
Rusia siap jadi penengah antara AS dan Korut soal krisis nuklir
Kapal perang AS, Jepang & Korsel latihan besar-besaran lacak rudal Korut
PBB kunjungi Korut, sebut krisis rudal isu keamanan paling menegangkan dunia
Rudal Korea Utara bikin maskapai ketar-ketir
Korea Utara sukses uji coba rudal antar benua jatuh di laut Jepang, AS waspada
PM Jepang Shinzo Abe janji bakal membalas Korut