Atasi Siswa Bandel, Begini Cara Sekolah di Jepang Beri Disiplin
Jepang memiliki aturan disiplin yang ketat, nilai budaya yang kuat, dan pendekatan inovatif dalam pembelajaran.
Sistem Pendidikan Jepang terkenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini dikarenakan Jepang memiliki aturan disiplin yang ketat, nilai budaya yang kuat, dan pendekatan inovatif dalam pembelajaran. Negara ini fokus pada pengembangan karakter, kemampuan akademik, serta keterampilan praktis murid-muridnya. Sehingga, Jepang sukses menjadi model pendidikan yang baik bagi banyak negara, khususnya untuk Indonesia.
Meskipun begitu, Jepang tidak luput dari adanya anak-anak nakal yang sulit diatur dan kerap kali bermasalah.
Sebagai contoh, dalam upaya menangani siswa yang bermasalah dan mengganggu waktu belajar mengajar di kelas, Dewan Pendidikan di Kota Osaka mengembangkan program penertiban, yakni mengharuskan siswa tersebut dikeluarkan dari kelas normal untuk jangka waktu yang singkat. mereka ditempatkan dalam program bimbingan khusus yang dirancang untuk membimbing mereka ke jalur yang benar.
Dilansir Japan Today, hal ini diterapkan pada 2014 saat Wali Kota Osaka Toru Hashimoto bertemu dengan Dewan Pendidikan untuk membahas masalah siswa yang bermasalah di sekolah dasar, menengah, dan atas. Pertemuan tersebut membahas beberapa masalah, termasuk cara menangani perilaku kekerasan dan gangguan di kelas.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah anak-anak bermasalah akan dikeluarkan sementara dari kelas reguler mereka dan dikirim ke 'kelas bimbingan khusus' untuk belajar di bawah bimbingan guru dan staf paruh waktu yang memiliki latar belakang pendidikan psikologi dan perkembangan anak.
Wali kota tersebut mengatakan, “Sangat penting bagi kita untuk menyediakan struktur dan stabilitas bagi siswa-siswa yang berulang kali mengalami masalah di kelas. Jika kita membiarkan anak-anak ini terus membuat masalah, itu berarti kita juga membiarkan mereka memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan anak-anak lain di sekolah.”
Reporter Magang: Devina Faliza Rey