Assad: Serangan gas kimia seratus persen akal-akalan AS
Assad: Serangan gas kimia seratus persen akal-akalan AS. Dia mengatakan itu dalam wawancara dengan kantor berita AFP di Istana Kepresidenan di Damaskus. Dia menyatakan militer Suriah tidak punya senjata kimia dan tidak akan menggunakannya jika mereka punya.
Presiden Suriah Basyar al-Assad dalam wawancara dengan kantor berita AFP di Istana Kepresidenan di Damaskus hari ini mengatakan serangan gas kimia yang menewaskan lebih dari 80 warga sipil di Kota Khan Sheikhoun 4 April lalu adalah seratus persen akal-akalan.
"Kami menganggap pelakunya adalah Barat, terutama Amerika Serikat, pihak yang bekerja sama dengan kelompok teroris. Mereka mengarang semua cerita supaya dapat alasan buat menyerang," kata dia, seperti dilansir koran the Independent, Kamis (13/4).
Wawancara dengan Assad ini adalah yang pertama kali terjadi setelah peristiwa serangan gas kimia di Khan Sheikoun yang menuai kecaman dunia internasional.
Damaskus dan Moskow sudah membantah militer Suriah melakukan serangan gas itu. Menurut Rusia, serangan udara militer Suriah mengenai gudang pembuatan senjata kimia milik pemberontak Al Qaidah.
Ketika ditanya apakah dia yang memerintahkan serangan gas kimia itu, Assad menyatakan militer Suriah tidak punya senjata kimia dan tidak akan menggunakannya jika mereka punya.
"Kami sudah menyerahkan senjata kimia tiga tahun lalu. Dalam sejarah kami, kami tidak pernah menggunakan senjata kimia," kata dia.
Dalam kesempatan itu Assad juga menuturkan dia hanya akan mengizinkan penyelidikan yang tidak berpihak atau bebas dari kepentingan terhadap peristiwa serangan gas kimia itu.
Baca juga:
Amerika Serikat sebut gulingkan Assad jadi prioritas utama
Putin: AS rencanakan serangan senjata kimia buat jatuhkan Assad
AS ajak Indonesia bergabung untuk gulingkan rezim Assad
Rusia ancam kerahkan kekuatan penuh jika AS berani serang Suriah
Jubir Gedung Putih dikecam usai bandingkan Assad dengan Hitler
Menhan AS: Penggulingan Assad bukan prioritas utama