Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhan AS: Penggulingan Assad bukan prioritas utama

Menhan AS: Penggulingan Assad bukan prioritas utama Menhan AS James Mattis (Tengah). ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak memimpin Amerika Serikat, Presiden Donald Trump tidak pernah memasukkan upaya penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai prioritas utama. Namun semua itu berubah ketika pemerintahannya dituding sebagai aktor serangan gas terhadap warga sipil di Provinsi Idlib.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan James Mattis. Dia mengungkapkan, selama ini prioritas utama Amerika adalah menghabisi Negara Islam Irak dan Suriah, namun penggunaan senjata kimia tidak akan ditoleransi serta mendorong aksi militer seperti serangan rudal terhadap pangkalan udara Suriah, pekan lalu.

"Jika mereka menggunakan senjata kimia, mereka akan membayar harga sangat, sangat mahal," ujar Mattis dalam konferensi persnya di Pentagon, Rabu (12/4), seperti dilansir CNN.com.

Mattis melanjutkan tidak akan meragukan bahwa Assad bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan senjata kimia pada pekan lalu. Serangan itu telah membunuh ratusan warga sipil, termasuk anak-anak, namun dia tidak menyebutkan sekutu Assad juga terlibat di dalamnya.

"Rezim Assad merencanakannya, menyusunnya dan mengeksekusinya, dan selebihnya yang tidak bisa kami katakan saat ini," tegasnya.

Mattis berusaha untuk memberikan pesan yang jelas tentang tujuan dan prioritas militer AS di Suriah untuk menghilangkan kebingungan atas skala intervensi yang berlangsung Jumat (7/4) lalu, salah satunya mengindikasikan untuk mengganti rezim di negara itu. Menurutnya, serangan rudal lalu itu hanya pesan bagi pemerintahan Assad agar tidak menggunakan gas beracun untuk memerangi rakyatnya sendiri, namun tidak akan memperlebar kampanye militer untuk menggulingkannya dari kursi kepresidenan.

"Prioritas kami tetap mengalahkan ISIS," sahut Mattis. "Tujuan dari serangan itu secara khusus melawan penggunaan senjata kimia."

Pencegahan senjata kimia disebut Mattis sebagai kepentingan nasional vital bagi Amerika Serikat untuk memastikan senjata itu tidak mendapatkan tempat dalam sebuah pertempuran. Penghancuran pangkalan militer, lanjutnya, mendorong Assad untuk meminta maaf atas penggunaan gas beracun sebagai senjata.

Pejabat pertahanan AS kepada CNN mengungkapkan, hampir setengah lusin pesawat tempur Suriah hancur dalam serangan rudal. Kini, rezim tersebut hanya bisa menggunakan 20 persen kekuatan udaranya.

"Saya meminta Assad agar berhati-hati untuk melanggar hukum internasional dengan senjata kimianya," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP