LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Arti kebebasan bagi mantan tahanan Palestina

Warga Palestina yang sudah dibebaskan Israel yakin langkah pembebasan itu bisa membantu perdamaian.

2014-01-03 07:02:00
Konflik Palestina-Israel
Advertisement

Setiap pejuang tahu risiko yang akan dihadapi dalam perjuangan. Itulah yang dialami Omar Masoud, tahanan Palestina yang sudah dibebaskan Israel. Dia kini hampir berusia 40 tahun.

Tiga hari lalu Israel membebaskan 26 tahanan Palestina. Itu adalah rombongan ketiga yang dibebaskan sebagai bagian dari syarat perjanjian damai dengan Palestina Juli lalu.

"Saya tahu saya akan dipenjara atau dibunuh dan menjadi syahid, atau saya harus pergi ke luar negeri," kata Masoud, seperti dilansir npr.org, (31/12/13). "Itu adalah pilihan yang harus dihadapi setiap pejuang."

Masoud dihukum penjara 90 tahun lantaran membunuh warga Israel bernama Ian Feinberg pada 1993. Masoud sudah menjalani kehidupan penjara Israel selama 20 tahun hingga akhirnya dibebaskan. Dia termasuk rombongan kedua yang dibebaskan Israel.

Keputusan Israel untuk membebaskan 104 tahanan Palestina membuat Masoud yakin proses itu bisa membantu perdamaian.

"Tentu ini bisa mendorong perdamaian dan mencegah protes warga Palestina di jalanan serta membuat para tahanan kembali ke keluarga mereka."

Adik Feinberg, Gila Molcho, mengetahui kabar itu dari telepon seorang wartawan ketika dia tengah mengadakan acara perayaan bersama keluarga.

"Saya terbangun ketika seorang jurnalis menelepon dan menanyakan bagaimana perasaan saya ketika mengetahui pembunuh kakak saya akan dibebaskan dua hari lagi," kata Molcho.

Dia kecewa mendengar kabar itu. Dua orang Palestina lain sudah dibebaskan lebih dulu sebelum kesepakatan pembicaraan damai, tapi Masoud ditahan lebih lama karena dia bertanggungjawab langsung terhadap pembunuhan itu. Dia menyebut Molcho seorang pembunuh berdarah dingin.

Namun Masoud mengatakan dia terpaksa membunuh karena kebijakan Israel memaksanya.

"Setiap pejuang punya rasa kemanusiaan, tapi ketika penjajahan membuat anakmu, orangtuamu, ibumu terbunuh, maka Israel tidak memberi ruang bagi kita untuk memaafkan," ujar Masoud.

Baca juga:
Kisah perjuangan nelayan Palestina melaut di 'zona merah'
Mereka menolak pembebasan warga Palestina
Pria jompo jadi korban tewas pertama serangan Israel tahun ini
Israel bebaskan 26 tahanan Palestina besok
Sejoli dari Tanah Suci

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.