Mereka menolak pembebasan warga Palestina
Merdeka.com - Sekelompok warga Israel berjumlah sekitar 20 orang berkumpul di depan dua tungku perapian untuk menghangatkan badan di jalanan Kota Yerusalem di tengah musim dingin. Mereka mendirikan tenda sementara yang dikelilingi sejumlah spanduk, pamflet, yang menentang pembebasan 26 tahanan Palestina Senin lalu.
Di antara mereka ada Yakov Tuboul, yang putranya tewas dibunuh warga Palestina Ibrahim Shammasina pada 1990. Shammasina dibebaskan pada 2011 bersama sekitar 1.027 tahanan Palestina lain sebagai bentuk kesepakatan damai digagas Mesir antara Hamas dan pemerintah Israel. Pembebasan itu sebagai imbalan pembebasan tentara Israel Gilad Shalit, seperti dilansir Deutsche Welle, tiga hari lalu.
Tuboul mengatakan dia memutuskan ikut protes karena ingin mendukung setiap keluarga yang merasa menderita akibat pembebasan orang yang pernah membunuh anggota keluarga mereka.
Di luar kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Rehavia, Yerusalem, sejumlah pengunjuk rasa juga menggelar protes atas pembebasan itu. Ortal Tamam, 25, memprotes pembebasan empat warga Palestina yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan pamannya, Moshe Tamam pada 1984.
"Mereka semua pembunuh berdarah dingin. Rakyat tidak mendukung pembebasan mereka," ujar Tamam.
Ketika Netanyahu tiba di rumahnya naik sebuah mobil dikawal dua mobil polisi, kelompok kecil pengunjuk rasa itu meneriakkan kata "Titbayesh" yang berarti "memalukan" dalam bahasa Ibrani. Mereka juga mengacungkan spanduk protes bergambar tangan penuh darah.
Salah satu pengunjuk rasa mengatakan mereka menargetkan kediaman Netanyahu karena bagi warga Israel pada akhirnya semua adalah masalah hati.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya