Amerika Serikat sebut militer Myanmar bertanggung jawab atas krisis Rohingya
Amerika Serikat sebut militer Myanmar bertanggung jawab atas krisis Rohingya. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan militer Myanmar bertanggung jawab atas krisis Rohingya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan militer Myanmar bertanggung jawab atas krisis Rohingya. Pernyataan itu berbeda dengan apa yang dikatakan pemerintahan sipil Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi.
"Kami sangat khawatir dengan keadaan yang dialami oleh Rohingya di Burma (Myanmar)," kata Tillerson.
"Saya sudah menghubungi Aung San Suu Kyi, pemimpin pemerintah sipil, karena Anda tahu ini adalah pemerintahan yang berbagi kekuasaan. Kami benar-benar berpendapat militer yang bertanggung jawab atas kejadian ini," katanya, seperti dilansir dari Al Araby, Kamis (19/10).
Dalam tujuh pekan terakhir, lebih dari setengah juta warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.
Cerita-cerita para pengungsi mengatakan tentara Myanmar dan kelompok warga Buddha membunuh dan memperkosa warga sipil sebelum membakar desa mereka hingga rata.
Tillerson mengatakan Washington mengerti kondisi Myanmar yang tengah menghadapi elemen teroris pemberontak yang serius di Rakhine, tapi memperingatkan juga pada pasukan militer untuk disiplin dan terkendali.
Dan dia mengatakan Myanmar harus memberikan akses lebih banyak kepada badan-badan kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada warga Rohingya.
"Seseorang harus bertanggung jawab atas krisis ini dan terserah kepada pimpinan militer Burma untuk memutuskan peran apa yang mereka inginkan untuk dimainkan di masa depan Burma. Ini adalah ujian nyata bagi pemerintah yang berbagi kekuasaan ini," kata Tillerson.
Baca juga:
Jenderal Myanmar berkeras warga Rohingya bukan penduduk asli Myanmar
Nestapa wanita Rohingya melahirkan di kamp pengungsian
Bertaruh nyawa kabarkan soal Rohingya
Tangis wanita Rohingya belum makan selama tiga hari
Semangat anak-anak Rohingya bersekolah di tempat seadanya
Menanti kebebasan di pinggiran Rakhine