Ali Sonboly pelaku penembakan massal di Munich diduga depresi
Remaja 18 tahun keturunan Iran itu terobsesi pada aksi penembakan massal. Diduga dia mengalami bullying
Polisi menyatakan motif penembakan massal di Mal Olympia Kota Munich, Jerman, tak terkait terorisme. Pelaku diidentifikasi bernama Ali Sonboly (18) dari penelusuran aparat pernah mengeluh soal dirundung teman sebaya (bullying). Karenanya remaja keturunan Iran-Jerman ini diduga melakukan aksi penembakan akibat kondisi kejiwaannya.
"Pelaku menderita depresi," kata Huberturs Andrae, juru bicara Kepolisian Munich seperti dilansir the Daily Telegraph, Sabtu (23/7).
Andrae menambahkan, di kamar pelaku ditemukan banyak buku terkait kasus-kasus pembunuhan. Sonboly sepertinya terobsesi dengan aksi para maniak di pelbagai negara yang melakukan penembakan massal. Dia juga sepertinya secara khusus mempelajari aksi Anders Behring Breivik, teroris sayap kanan yang lima tahun lalu menghabisi 77 orang di Norwegia.
"Ada kaitan jelas bahwa aksi ini terinspirasi Breivik," kata Andrae.
Aksi pemuda yang lahir dan besar di Bavaria itu diyakini sudah direncanakan matang. Pasalnya, salah seorang saksi mata mengaku banyak remaja memadati lokasi kejadian demi mendapat promo burger gratis dari restoran cepat saji McDonalds.
"Saya dan teman-teman saya memang janjian untuk bertemu di McDonalds karena kami melihat ada promo burger gratis dan penawaran spesial yang berlaku khusus hari ini hingga pukul 4 sore," kata salah satu korban selamat.
Setelah diselidiki polisi, akun Facebookpalsu tersebut buatan pelaku. Saat beraksi, Sonboly membawa pistol Glock 9 milimeter dengan 300 butir peluru di dalam tasnya.
Sembilan orang tewas, terdiri dari lima anak-anak, dua remaja, serta dua orang dewasa dalam tragedi penembakan massal di Mal Olympia. Diperkirakan 27 orang luka-luka, 10 di antaranya dalam kondisi kritis. Sonboly bunuh diri setelah beraksi.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, berduka cita untuk keluarga korban penembakan. Pidatonya menegaskan bahwa serangan di Munich tak terkait terorisme.
"Pengunjung mal di Munich menjadi korban serangan oleh pelaku yang beraksi sendirian," kata Merkel.
"Saya atas nama pemerintah federal Jerman dapat merasakan kesedihan keluarga korban, kami ikut menderita bersama kalian."
Baca juga:
Polisi Munich sebut pelaku penembakan tidak ada kaitan dengan ISIS
Pelaku penembakan Munich 'jebak' korban lewat Facebook
Tewaskan 9 jiwa, pendukung ISIS puji aksi penembak brutal Munich
Suasana mencekam usai penembakan brutal di Munich
Kemlu kecam teror penembakan di Munich dan minta WNI waspada
Penembakan di Munich Jerman, 9 tewas, pelaku bunuh diri