LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ahli PBB sebut sanksi terhadap Iran 'tidak adil dan ambigu'

Dalam pernyataannya, Jazairy mempertanyakan apakah AS akan menyediakan makanan dan obat-obatan kepada jutaan orang Iran yang tidak mampu lagi membelinya.

2018-08-23 12:37:00
Nuklir Iran
Advertisement

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Idriss Jazairy mengecam sanksi AS terhadap Iran dan menyebut bahwa sanksi tersebut "tidak adil dan berbahaya".

Dalam pernyataan tertulis, pelapor khusus tentang dampak negatif sanksi mengatakan: "Sanksi yang tidak adil dan berbahaya ini menghancurkan ekonomi dan mata uang Iran, membuat jutaan orang jatuh miskin dan membuat barang impor tidak terjangkau."

Pada 6 Agustus, AS kembali memberlakukan sanksi ekonomi babak pertama terhadap Iran, yang terutama menargetkan sektor perbankan negara itu.

Advertisement

Sanksi tersebut dimaksudkan untuk menghalangi akuisisi Teheran terhadap mata uang AS, perdagangan logam mulia, transaksi bank dalam mata uang Iran, kegiatan yang terkait dengan utang negara Iran, dan sektor otomotif negara itu.

Dalam pernyataannya, Jazairy mempertanyakan apakah AS akan menyediakan makanan dan obat-obatan kepada jutaan orang Iran yang tidak mampu lagi membelinya.

"Sistem saat ini menciptakan keraguan dan ambiguitas yang membuat semua itu tidak mungkin bagi Iran untuk mengimpor barang-barang kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ini. Ketidakjelasan ini menyebabkan 'efek menakutkan' yang mungkin menyebabkan kematian dalam diam di rumah sakit karena obat-obatan habis, sementara media internasional gagal untuk memerhatikan," kata Jazairy dilansir dari laman Anadolu, Kamis (23/8).

Advertisement

Pelapor khusus mendesak AS untuk menunjukkan komitmennya mengizinkan komoditas pertanian, makanan, obat-obatan, dan peralatan medis ke Iran dengan mengambil langkah nyata dan konkret untuk memastikan bahwa bank, lembaga keuangan dan perusahaan dapat dengan cepat dan bebas diyakinkan bahwa impor yang relevan dan pembayaran diizinkan.

"Sanksi harus adil, dan tidak boleh mengarah pada penderitaan orang yang tidak bersalah," tambah Jazairy.

Baca juga:
Jerman akan kaji ulang kemitraan dengan AS
Uni Eropa janji akan bantu Iran soal Sanksi AS atas minyak
Iran luncurkan senjata rudal balistik terbaru
China akan tetap berbisnis dengan Iran meski diancam Donald Trump
Trump ancam negara yang masih berbisnis dengan Iran
Sanksi kembali diterapkan, Trump larang negara lain berbisnis dengan Iran

(mdk/frh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.