LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Ada pelatih terbaik dunia di balik kesuksesan Zohri raih gelar juara lari 100 meter

Ada pelatih terbaik dunia di balik kesuksesan Zohri raih gelar juara lari 100 meter. Pemuda 17 tahun asal Lombok itu menjadi sorotan dunia atletik ketika menjuarai lomba lari 100 meter Federasi Atletik Dunia (IAAF) di IAAF World U20 Championship yang digelar di Tampere, Finlandia.

2018-07-15 07:38:00
Lalu Zohri
Advertisement

Hanya butuh waktu 10 detik untuk mengguncang panggung atletik dunia seperti yang dilakukan Lalu Muhammad Zohri. Lebih tepatnya 10,18 detik. Pemuda 17 tahun asal Lombok itu menjadi sorotan dunia atletik ketika menjuarai lomba lari 100 meter Federasi Atletik Dunia (IAAF) di IAAF World U20 Championship yang digelar di Tampere, Finlandia.

Dalam 32 tahun pertandingan ini digelar, prestasi terbaik Indonesia sebelumnya hanyalah berada di urutan kedelapan alias paling bontot pada babak perempat final di 1986. Tapi sejak itu semuanya berubah.

"Saya tidak menyangka reaksinya seperti ini. Ini luar biasa, saya mengukir sejarah dan saya sangat bangga," ujar Zohri, seperti dikutip laman resmi Federasi Atletik Dunia (IAAF), kemarin.

Advertisement

Bagi seorang anak dari keluarga miskin, prestasi bersejarah ini sungguh suatu pencapaian luar biasa. Zohri tumbuh di rumah kecil terbuat dari bambu. Beberapa tahun sebelumnya dia bahkan meminta uang pinjaman kepada kakak perempuannya untuk membeli sepatu lari.

Tapi prestasi Zohri jelas bukan suatu kebetulan. Bakat Zohri sudah berkembang di bawah bimbingan para pelatihnya dan seorang konsultan internasional yang bisa dibilang 'bertangan dingin' untuk menciptakan seorang juara.

Zohri tinggal di Lombok dengan kakak laki-laki dan perempuannya setelah kedua orangtuanya meninggal. Ketika bakat larinya terlihat pada awal 2017 dia diundang bersekolah di Jakarta yang khusus memberikan pelajaran olahraga di pelatnas.

Advertisement

Di sana Zohri dibimbing pelatih kepala Eni Martodihardjo dan asistennya Kikin Ruhudin.

"Saat bergabung di pelatnas, catatan larinya sudah 10,38 detik," kata Ruhudin yang mendampingi Zohri di Tampere.

"Dia anak yang baik. Dia juga sangat relijius. Dia salat lima waktu sehari dan punya disiplin tinggi. Banyak yang menawarkannya masuk TNI tapi dia ingin fokus di sini, atletik."

kikin ruhidin ©iaaf.org



Ruhudin kemudian mengenalkannya dengan pria yang mendapat gelar pelatih atletik terbaik dunia, Harry Marra. Pria asal Amerika Serikat itu yang mencetak sosok Ashton Eaton dan Brianne Theisen-Eaton, pasangan atlet dasa lomba asal Kanada ke panggung internasional.

Hubungan antara Harry Marra dengan atlet Indonesia pertama kali terjadi pada November 2016 ketika Marra hadir dalam Kejuaraan Atletik IAAF di Monaco. Dalam kejuaraan itu Marra bertemu dengan ketua umum PB PASI Bob Hasan. Dalam pertemuan itu Marra diundang ke Indonesia untuk memberikan pelatihan.

Sejak itu pria yang dianugerahi gelar Pelatih Terbaik Dunia dari IAAF 2016 itu bertandang ke Indonesia sampai empat kali.

"Mereka orang-orang hebat," kata Marra. "Pelatih-pelatihnya sangat mau belajar dan menghargai apa yang kita beritahu."

harry marra ©RunnerSpace.com



"Yang Indonesia lakukan di PB PASI adalah membawa anak-anak ini dari daerah terpencil, memberi mereka tempat tinggal, mengikutsertakan acara kepelatihan, membantu pendidikan dan melatih mereka tiap hari. Ini sistem dukungan yang hebat."

Berkat semua itulah Zohri mampu meningkatkan prestasinya tahun ini. Pada Februari lalu catatan waktu Zohri masih 10,25 sebelum meraih gelar di Asian U20 bulan lalu.

Pada 13 April atlet Indonesia dan beberapa pelatih berangkat ke AS untuk menjalani pelatihan di Santa Barbara, California. Di tahun sebelumnya Marra bertindak sebagai konsultan bagi para pelatih Zohri dan dalam pelatihan itu fokus Marra masih sama: memperbaiki start lari Zohri.

"Saya melatih detail teknik dengan Harry," kata Zohri. Selama sebulan di California Zohri mampu mencatat waktu 10,36 dan 10,33 dalam dua kali perlombaan.

"Kami memperbaiki tiga langkah pertama sejak start dimulai dari tolakan, mengubah gerakan tangannya dan itu membuat dia mempunyai posisi yang lebih baik," kata Marra.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Marra memberi dua tips sederhana bagi Zohri untuk memperbaiki gerakan tangan dan posisinya: bahu dan siku. Dia menjalankannya dengan baik.

"'Bahu' berarti pundak dan 'siku' berarti sikut," kata Marra dalam bahasa Inggris. Saya memberinya tips itu sebelum pulang, dan baru-baru ini dia mengatakan ketika lari dua hal itu yang selalu dia ingat: bahu-siku, bahu-siku."

zohri ©iaaf.org



Dalam cuaca cukup panas di Tampere, Zohri meraih 10.30. Malamnya, mata dunia mulai mengarah ke Zohri ketika dia mencatat 10,24 di babak semifinal U20.

Namun di partai final semua mata tertuju ke garis lintasan tengah, tapi di lintasan delapan, Zohri diam-diam membuat satu start tolakan terbaik dalam karirnya yang membuat dia melesat dan mengakhirinya dengan catatan waktu 10,18 detik.

Baca juga:
'Seperti Zohri, tak harus menjadi diplomat untuk dapat berdiplomasi di kancah dunia'
Rumah juara dunia lari Lalu Zohri mulai direnovasi
Aksi prajurit TNI renovasi rumah Lalu Muhammad Zohri
Khawatir ganggu prestasi, keluarga minta kehidupan Zohri tak lagi dieksploitasi
Penjelasan Dubes RI untuk Finlandia saat Zohri kesulitan mencari bendera merah putih
Kemendagri berikan Zohri rumah di real estate

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.