LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Abu Sayyaf teror perusahaan sandera WNI via telpon tiap hari

Patria Maritime Line ogah berkomentar soal selentingan telah membayar tebusan kepada militan

2016-05-02 17:26:51
Kelompok Abu Sayyaf bebaskan WNI
Advertisement

Usaha Abu Sayyaf memperoleh tebusan senilai 50 juta peso (setara Rp 14,3 miliar) diakui perusahaan kapal Patria Maritime Line sangat aktif. Para militan Filipina itu menghubungi pemilik kapal Brahma 12 dan Anand 12 via telepon setiap harinya selama sebulan terakhir.

Komisaris Perusahaan Patria Maritime, Loudy Irwanto Ellias, mengaku pihaknya sejak awal berusaha mengabaikan isu tebusan. Dia kemudian menolak berkomentar terkait selentingan media Filipina maupun pernyataan Megawati Soekarnoputri, bahwa Patria Maritime membayar tebusan senilai Rp 14 miliar pada Jumat pekan lalu demi membebaskan sandera.

"Saya no comment mengenai (isu pembayaran tebusan), tapi perusahaan menjadi salah satu anggota tim yang dibentuk oleh pemerintah. Kita bikin satu tim untuk mengatasi hal ini," kata Loudy saat ditemui di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/5).

Advertisement

Loudy mengatakan tiap kontak yang mereka lakukan dengan kelompok Abu Sayyaf adalah guna menjamin keselamatan ABK.

"Tiap kali kita kontak, itu pasti kita bertanya bagaimana keselamatan orang kami, kami mendapat info jika orang kami diperlakukan dengan baik oleh mereka," katanya.

Loudy mengakui setidaknya Abu Sayyaf koorperatif dengan mengizinkan ABK berkomunikasi langsung dengan perusahaan.

Advertisement

Kapten Kapal Brahma 12, Peter Tonson, yang kini telah bebas, menduga motif utama militan memang soal tebusan. Terbukti, mereka diperlakukan baik, kesehatannya diperhatikan, serta tak ada ancaman serius.

"Mereka punya maksud biar kita cepat ditebus. Kalau ada tekanan mungkin nakut-nakutin kita, seperti ultimatum, hanya bercandaan saja," kata Tonson.

Patria Maritime Line tidak ingin penculikan kembali terjadi. Perusahaan kapal yang mengirim muatan batu bara ini tidak lagi melewati perairan Sulu dari Tarakan menuju Cebu.

"Sementara ini kita tidak lewat jalur yang sama dan tidak ada pengiriman. Pemerintah juga kan sudah menutup, jadi kita tidak melewati jalur situ," kata Loudy.

Baca juga:
Kivlan Zein tegaskan 10 WNI dibebaskan Abu Sayyaf tanpa uang tebusan
Filipina janji bebaskan sisa sandera WNI lainnya
Perwira Filipina dan MNLF ikut berjasa bebaskan 10 WNI tanpa tebusan
Cerita di balik bebasnya 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf
Fakta-fakta bebasnya 10 WNI setelah 1 bulan lebih disandera

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.