Filipina janji bebaskan sisa sandera WNI lainnya
Merdeka.com - Pemerintah Filipina menyatakan gembira 10 Warga Negara Indonesia yang ditawan Abu Sayyaf telah bebas dalam kondisi sehat. Ke-10 awak kapal Brahma 12 ini disandera selama 37 hari.
Fokus Filipina selanjutnya adalah membebaskan sandera asing lainnya yang masih berada di Kepulauan Sulu.
Kementerian Luar Negeri Filipina, melalui pernyataan pers tertulis, mengatakan upaya pembebasan sandera asing akan diutamakan lewat operasi militer dan jalur-jalur informal lainnya.
"Kami akan mengintensifkan operasi di darat, sembari terus berhubungan dengan negara lain yang warganya menjadi sandera," seperti dikutip dari Phillipine Star, Senin (2/5).
Masih ada empat awak kapal Indonesia yang ditawan oleh militan ISIS tersebut setelah kapal mereka dirompak di Perairan Sempornah, Sabah. Selain mereka, empat nelayan Malaysia, warga Belanda, Jepang, Kanada, dan Norwegia juga terus ditawan.
Adapun 10 WNI awak kapal Brahma 12 sudah tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada Minggu (1/5) malam. Pemerintah RI menjamin pembebasan mereka sama sekali tidak memakai uang tebusan.
"Ini full negosiasi," kata Eddy Mulya, pejabat KBRI Manila yang ikut menjadi tim negosiator saat ditemui di Halim.
Proses pembebasan 10 WNI itu dipimpin oleh Jenderal purnawirawan Kivlan Zen. Yayasan Sukma dan politikus Surya Paloh turut terlibat perundingan, dengan menggandeng petinggi Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF).
Ke-10 sandera diantarkan oleh utusan penculik hingga Pantai Parang, kemudian dijemput tim pemerintah RI-Filipina untuk transit rumah dinas Gubernur Sulu Abdusakur Tan. Sang gubernur merupakan keponakan pemimpin MNLF Nur Misuari.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya