5 Hukuman teraneh bagi penjahat pernah dijatuhkan pengadilan
Diminta mendengar musik satu jam nonstop sampai diwajibkan lulus kuliah. Tapi efeknya tetap bikin jera pesakitan!
Ada pepatah kuno dari Yunani menyatakan begini: jika ingin keadilan hakiki, tunggulah pembalasan di akherat, tapi jika yang kau cari adalah keadilan dunia, ikutilah hukum.
Persis seperti itulah negara-negara modern bekerja, tak terkecuali di Indonesia. Sebagian besar kehidupan manusia diatur melalui hukum. Tentu saja, ada sanksi bagi mereka yang melanggar aturan. Kebanyakan berupa denda, penjara, dan jika teramat berat, ujungnya adalah hukuman mati.
Namun, seperti telah dirangkum oleh the Week (5/7/2012), bentuk hukuman tidak sama di setiap negara. Ada sistem hukum yang memberi wewenang besar bagi hakim untuk memikirkan sanksi apa paling pantas bagi seorang pelanggar hukum sesuai derajat kesalahannya.
Maka tidak perlu kaget, bila ada hukuman-hukuman aneh yang sekilas tidak masuk akal seperti di dalam daftar ini. Misalnya ada pesakitan diminta mendengarkan musik atau harus menulis di Twitter ratusan kali. Siapa tahu ternyata hukuman nyeleneh semacam itu lebih berhasil membuat jera.
Apa saja hukuman aneh bagi penjahat yang pernah dijatuhkan oleh seorang hakim? Berikut rangkumannya:
Baca juga:
Hukuman-hukuman untuk polisi bandel dan tak disiplin
Tidak biasa, para sejoli ini menikah di kantor polisi
5 Penjahat perang paling keji yang diadili & dapat balasan setimpal
Harta benda narapidana dari unik hingga mencengangkan
5 Penjahat terkaya sepanjang sejarah kriminalitas dunia
Bikin twit minta maaf 466 kali
Ini hukuman yang muncul di Prancis pada 2012 lalu. Dua politikus parlemen gerah karena selalu diolok-olok melalui media sosial Twitter.
Kedua politikus itu adalah Nathalie Kosciusko-Morizet dan Jean-Francois Cope. Sedangkan pengguna Twitter yang konsisten menghina mereka bernama Fluzin Baptiste.
Tak tahan lagi, Baptiste akhirnya dilaporkan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Setelah persidangan beberapa bulan, hakim menyatakan Baptiste sudah melakukan fitnah terhadap dua politikus itu.
Sebagai hukuman, Morizet dan Cope tidak menuntut ganti rugi berupa uang, melainkan permintaan maaf melalui Twitter. Hakim pun menyetujui tuntutan penggugat, lalu memerintahkan Baptiste mencuitkan 466 kali permintaan maaf dengan menyebut jelas nama dua politikus yang telah dia fitnah. Hukuman itu harus dia jalankan selama sebulan penuh.
Mendengarkan musik satu jam nonstop
Hakim Paul Sacco dari Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, menangani kasus aneh pada 2008. Ceritanya, ada seorang warga melaporkan tetangganya yang selalu menyetel musik keras-keras.
Pada momen vonis, Sacco menyatakan tergugat memang berulangkali mengganggu tetangganya sehingga harus dihukum. Karena mengetahui minat si tergugat ini adalah musik metal, Hakim Sacco menjatuhkan hukuman yang relatif berat: si terpidana wajib mendengarkan musik pop Barry Manilow kesukaan sang hakim.
Terpidana wajib menjalani hukuman itu selama satu jam penuh dalam volume maksimal. Tak cuma musik pop, Hakim Sacco memaksa pria pesakitan itu untuk mendengarkan musik anak-anak dari acara Barney and Friends.
"Dengan begini, saya harap terpidana bisa mempelajari tatakrama mendengarkan musik," kata Sacco.
Diwajibkan rutin ke gereja selama 10 tahun
Tyler Alred dari Kota Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat, memperoleh hukuman yang terhitung aneh dari pengadilan setempat. Pemuda 17 tahun yang terlibat kecelakaan tunggal lalu menewaskan temannya di samping kemudi karena mabuk-mabukan itu dipaksa pergi ke gereja selama masa hukuman.
Hakim Mike Norman menganggap Alred masih di bawah umur saat kejadian. Agar tidak dipenjara, maka ada sekian syarat yang harus dipenuhi oleh pemuda itu. Pertama adalah dia harus lulus kuliah, rutin mengikuti uji konsumsi narkoba saban enam bulan sekali, lalu diwajibkan pengadilan ke gereja saban pekan selama 10 tahun berturut-turut.
Alred, yang divonis bersalah pada 2012 itu, sampai sekarang masih patuh menjalani perintah pengadilan. Dia pun sudah lulus kuliah seperti diminta hakim. Kakak Alred - Caitlin Dum - mengapresiasi kebijaksanaan hakim yang tidak memenjarakan saudaranya.
Bocah enam tahun dihukum ikut sekolah mengemudi
Bocah lelaki enam tahun di New Mexico dihukum mengikuti kelas mengemudi. Putusan hakim ini, anehnya, atas permintaan sang ibu.
Jadi begini ceritanya. Pengemudi perempuan yang tidak disebut namanya ditilang oleh polisi pada 2009 lalu. Polisi beralasan dia abai memasang sabuk untuk anaknya yang masih bocah.
Kepada hakim John Sanchez di pengadilan, sang ibu mengeluh kalau anaknya itu tidak pernah bersedia dipasangi sabuk. Dia pun meminta hakim ikut menghukum anaknya agar mereka tidak selalu tersandung pelanggaran hukum saat naik mobil.
Tanpa diduga, Hakim Sanchez menyetujui permintaan sang ibu. Anak itu kemudian dipaksa datang ke sekolah mengemudi, diajari pentingnya sabuk pengaman saat berkendara untuk menghindari risiko fatal jika terjadi kecelakaan.
Bawa plang bertuliskan saya pencuri
Pencuri di Kota Liberty, Ohio, Amerika Serikat ini terhitung beruntung. Dia berhasil menghindari hukuman penjara setelah kepergok mencuri televisi 52 inchi dari jaringan toko ritel Walmart, pada 22 Maret 2016 lalu.
Bagaimana caranya?
Rupanya, pria bernama Greg Davenport itu memilih melakoni jenis hukuman lain yang diizinkan pengadilan setempat. Dia berjalan keliling kota, terutama di depan halaman parkir Walmart, membawa papan bertuliskan "Saya pencuri, saya mencuri barang dari Walmart."
Dia wajib membawa papan itu selama 8 jam sehari. Davenport melakoni hukuman ini 10 hari berturut-turut. Dia wajib serius melakukan hukumannya, termasuk melambai ke mobil yang melintas di jalanan. Jika berani mangkir, Walmart akan memproses pencuriannya tempo hari.
"Bagaimanapun Hukuman seperti ini lebih baik daripada harus masuk penjara," ujarnya saat diwawancarai stasiun televisi lokal WKBN.
Pria kulit hitam itu menjalani hukuman alternatif setelah manajemen Walmart berkonsultasi dengan polisi. Jenis hukuman yang sifatnya mempermalukan seperti ini didukung pula oleh aparat hukum.
"Mungkin dengan memberi pengalaman sedikit memalukan membawa plang itu, akan berdampak pada perubahan orang ini," kata Richard Tisone, Kepala Kepolisian Kota Liberty.