130 Anggota Pasukan Pengamanan Presiden Donald Trump Positif Covid-19
Trump sendiri dan Ibu Negara Melania pada awal Oktober terbukti positif corona.
Lebih dari 130 anggota Secret Service atau pasukan pengamanan presiden terinfeksi virus corona selama kampanye pemilu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menurut sebuah laporan pada Jumat (13/11).
Para petugas itu diperintahkan untuk melakukan isolasi atau karantina setelah terbukti positif COVID-19. Mereka diyakini terkena virus corona selama kampanye Trump sebelum pemilu 3 November. Pada acara kampanye, banyak hadirin tidak menggunakan masker, demikian dilaporkan Washington Post, seperti dikutip Antara, Sabtu (14/11).
Secret Service memiliki tanggung jawab untuk melindungi presiden AS beserta keluarganya.
Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows, penasihat politik Corey Lewandowski dan David Bossie, serta sejumlah anggota staf Komite Nasional Republik baru-baru ini juga dinyatakan positif COVID-19.
Trump sendiri dan Ibu Negara Melania pada awal Oktober terbukti positif corona.
Virus itu sejauh ini telah menginfeksi 10,5 juta orang dan menyebabkan 242.000 orang meninggal di AS. Trump mengumumkan positif COVID-19 setelah ajudannya, Hope Hicks, terlebih dahulu dinyatakan positif corona.
Secara global, jumlah kasus COVID-19 hampir mendekati 53 juta dan 1,3 juta kematian, menurut data terbaru dari Universitas Johns Hopkins di Negara Bagian Maryland, AS.
Baca juga:
Staf Gedung Putih Cari Pekerjaan Baru Sebelum Jabatan Trump Berakhir akan Dipecat
Ajudan: Trump Mungkin Menerima Hasil, Tapi Jangan Berharap Mengakui Kalah di Pilpres
Apa yang Bakal Donald Trump Lakukan Setelah Keluar dari Gedung Putih?
Pejabat Pemilu AS Tidak Temukan Ada Kecurangan dalam Pilpres Seperti Dituduhkan Trump
79 Persen Warga Amerika Sebut Joe Biden Menang Pilpres AS
Sesulit Itukah Trump Menerima Kekalahan?