Yenny Wahid: Atlet Panjat Tebing Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, Tetap Bela Merah Putih
Ada 3 hingga 5 atlet panjat tebing Indonesia yang menolak tawaran naturalisasi dari Turki, karena mereka tetap mencintai Indonesia.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa para atlet panjat tebing Indonesia telah menolak tawaran untuk dinaturalisasi oleh Turki. Yenny menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu, Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia sempat mengunjunginya untuk menyampaikan keinginan Pemerintah Turki dalam menaturalisasi atlet panjat tebing dari Indonesia. "Memang ada atlet-atlet kita, terutama dari Turki," ungkap Yenny Wahid dalam acara "Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026" di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, pada Jumat (3/4/2026).
Yenny melanjutkan, "Duta Besar Turki datang ke tempat saya dan menyatakan bahwa dari Kantor Presiden Turki memerintahkan kepada Dubes Turki untuk menawarkan kepada atlet panjat tebing Indonesia agar bersedia untuk dinaturalisasi menjadi pemain Turki." Ia menambahkan, "Dan mereka bisa bertanding mewakili Turki. Itu memang betul ada tawaran itu," ucap putri Presiden ke-4 RI, Gus Dur, tersebut. Penolakan ini menunjukkan komitmen atlet untuk tetap mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional tanpa mengubah kewarganegaraan mereka.
Setia
Berapa jumlah atlet panjat tebing Indonesia yang menerima tawaran untuk dinaturalisasi oleh Turki? Yenny Wahid mengungkapkan bahwa ada sekitar 3 hingga 5 nama yang terlibat. "Sebanyak-banyaknya kalau mereka mau. Mungkin bisa sampai 3-5 atlet yang ditawarkan," jelas Yenny Wahid. Namun, tawaran naturalisasi dari Turki tidak mendapatkan respons positif. Yenny Wahid menegaskan bahwa atlet panjat tebing Indonesia lebih memilih untuk setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
"Alhamdulillah, bahwa para atlet Indonesia, atlet panjat tebing Indonesia itu kalau dibelah dadanya masih Merah Putih," ungkap Yenny Wahid. Meskipun tawaran tersebut sangat menggiurkan, termasuk gaji yang tinggi dan kesempatan untuk berkompetisi di kejuaraan Eropa, mereka tetap merasa lebih bangga berjuang untuk Merah Putih. "Walaupun dengan tawaran yang sangat menggiurkan, gaji yang tinggi, dan kemudian kesempatan untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan Eropa, mereka tetap lebih bangga kalau berjuang untuk Merah Putih," paparnya. Dengan demikian, komitmen para atlet ini menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap negara mereka.