Tak Perlu Ubah Keputusan Melepas Casemiro, tapi MU Butuh 2 Sosok Pengganti
Casemiro bukan lagi bagian dari rencana jangka panjang Manchester United (MU) yang berambisi mengembalikan kejayaan.
Kecemerlangan penampilan Casemiro dalam beberapa pertandingan terakhir Manchester United (MU) menimbulkan pertanyaan, terutama setelah pemain asal Brasil tersebut dipastikan akan meninggalkan klub di akhir musim ini.
"One more year" yang berarti setahun lagi, terdengar dari tribune Stretford End ketika Casemiro menunjukkan performa gemilang dalam kemenangan penting 3-1 yang diraih MU atas Aston Villa pada akhir pekan lalu. Tindakan terbarunya memang memicu desakan agar klub mempertahankannya lebih lama.
Namun, meskipun ada pertimbangan dari penampilan terkini, keputusan untuk tidak memperpanjang kontraknya setelah musim panas ini adalah langkah yang tepat.
Bahkan jika Casemiro bersedia untuk mengurangi gajinya yang mencapai 350.000 pound per pekan—yang hingga saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut—waktu tetap tidak bisa ditentang, bahkan oleh pemain yang telah meraih lima trofi Liga Champions.
Casemiro baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-34 bulan lalu. Ia bukan lagi bagian dari masa depan klub yang ingin kembali ke masa kejayaan seperti di era Sir Alex Ferguson.
Selain itu, ada keraguan besar mengenai kemampuannya untuk menghadapi tuntutan fisik dari jadwal padat Liga Champions dengan format baru, yang akan menambah pertandingan di tengah pekan.
Musim ini, ia jelas diuntungkan dengan jadwal yang hanya mengharuskan satu laga per pekan, bahkan terkadang hanya satu pertandingan setiap dua minggu.
Dengan kondisi seperti itu, tampaknya sulit bagi Casemiro untuk beradaptasi dengan tuntutan yang lebih berat di musim-musim mendatang. Oleh karena itu, meskipun ada harapan dari para penggemar untuk melihatnya bertahan, keputusan manajemen MU untuk tidak memperpanjang kontraknya sepertinya sudah dipertimbangkan dengan matang.
Butuh Lebih dari Satu Pengganti
Menggantikan posisi Casemiro bukanlah tugas yang mudah, bahkan mungkin memerlukan lebih dari satu pemain untuk mengisi kekosongan tersebut.
Daftar target untuk gelandang tengah Manchester United sangatlah panjang, mencakup nama-nama seperti Carlos Baleba, Adam Wharton, Sandro Tonali, dan gelandang Bournemouth yang dijuluki Guernsey Grealish, Alex Scott.
Selain itu, Elliot Anderson dari Nottingham Forest juga menjadi salah satu pemain yang banyak diminati di dalam klub. Namun, talkSPORT melaporkan bahwa saat ini peluang Anderson untuk bergabung dengan Manchester City lebih besar dibandingkan dengan MU.
Yang pasti, seperti yang terjadi pada musim panas lalu ketika klub mengeluarkan dana besar untuk Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, saat ini MU juga sedang mencari pemain yang sudah terbukti kualitasnya di Premier League dan dapat memberikan dampak langsung.
Sayangnya, tak satu pun dari nama-nama yang disebutkan memiliki pengalaman di kompetisi Eropa atau koleksi trofi yang setara dengan Casemiro, termasuk dalam hal produktivitas mencetak gol.
Sundulan Casemiro dari sepak pojok yang diambil oleh Bruno Fernandes saat melawan Villa menjadi gol kedelapannya di musim ini, jauh lebih banyak dibandingkan dengan Anderson yang hanya mencetak dua gol.
Wharton bahkan belum pernah mencetak gol dalam lebih dari 80 penampilan bersama Crystal Palace, sedangkan Tonali dan Baleba memang mampu mencetak gol spektakuler, tetapi tidak konsisten dalam produktivitasnya.
Scott, yang menjadi pilihan lebih terjangkau, baru berhasil mengoleksi tiga gol di liga musim ini. Dari semua kandidat yang ada, Baleba dianggap paling mirip dengan Casemiro, terutama dalam hal kemampuan untuk merebut kembali penguasaan bola. Ia bisa menjadi pasangan ideal bagi Kobbie Mainoo yang sedang menunjukkan performa terbaiknya di bawah arahan Michael Carrick.
Meskipun Manchester United berpeluang mendapatkan dana lebih besar jika berhasil lolos ke Liga Champions, tetap saja sulit untuk membayangkan co-owner Jim Ratcliffe mengeluarkan lebih dari 100 juta pound untuk dua gelandang sekaligus, terutama karena sektor lain juga memerlukan penguatan.
Oleh karena itu, kemungkinan yang lebih realistis adalah MU akan berfokus pada satu nama seperti Baleba atau Tonali, dan kemudian menambah kedalaman skuad dengan pemain seperti Scott.
Yang pasti, Casemiro, yang disebut-sebut akan menuju MLS di Amerika Serikat atau Liga Pro Arab Saudi, akan menjadi sosok yang sulit untuk digantikan. Betapa MU kini berharap mereka dapat merekrutnya saat usianya masih sepuluh tahun lebih muda.
Bukan Lagi Prospek Jangka Panjang
Perbincangan mengenai Casemiro tengah hangat. Koresponden sepak bola terkemuka, Alex Crook, mengungkapkan bahwa klub perlu mulai memperhatikan pemain yang lebih muda.
"Dia bermain luar biasa, tetapi Anda harus mempertimbangkan bahwa dia hanya bermain satu kali seminggu, kadang hanya satu pertandingan setiap 10 atau 11 hari," ujar Crook.
"Saya pikir jika Anda ingin membangun skuad untuk bersaing di Eropa musim depan, yang berarti bermain tiga kali seminggu, maka mungkin waktunya untuk Casemiro sudah lewat."
Lebih lanjut, Crook menekankan, "Fakta dia sudah mengumumkan kepergiannya sendiri, jelas dia merasa ini saat yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal. Kita harus mencari pemain yang lebih muda, seseorang yang tidak menuntut gaji setinggi dia."
Ia juga menambahkan, "Saya mengerti mengapa kita terbawa sentimen, tetapi tugas manajemen adalah tidak terbawa sentimen itu dan membuat keputusan tegas demi kebaikan klub."
Crook menegaskan, "Casemiro bukan masa depan. Dia jelas punya karier yang luar biasa, tetapi sekarang kita perlu darah muda," lanjutnya.
Sumber: talkSPORT